Teknologi IoT Juga Dipakai di Kapal Laut

Yunisa Herawati, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hidup di era digital membuat hampir semua kegiatan mudah untuk diakses, terutama dalam komunikasi, sosialisasi bahkan untuk berbisnis. Hal ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan internet of things atau IoT.

Biasanya, bisnis konvensional dilakukan dengan transaksi langsung atau bertatap muka. Namun di era digital, terutama ketika sedang dalam situasi pandemi, banyak perusahaan bertransformasi menjadi bisnis berbasis online.

Salah satunya yakni KlikKapal, platform baru buatan Indonesia untuk industri transportasi laut yang memberi peluang bagi pemilik kapal dan pemilik kargo untuk bertemu dan bekerja sama dengan mudah, lewat aplikasi di gadget.

"Platform ini ditujukan untuk perusahaan pemilik kapal dan pemilik kargo, memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang sering di hadapi oleh mereka. Misalnya, untuk pemilik kapal adalah dalam hal utilitas kapal, dan untuk pemilik kargo misalnya keterbatasan database kapal yang dimiliki," kata Direktur PT Klik Kapal Indonesia, Yenywati Ngadimin melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu 5 Desember 2020.

Dengan kehadiran aplikasi KlikKapal, maka tidak membutuhkan waktu lama untuk memenuhi kebutuhan pemilik kapal dan pemilik kargo. Hanya dengan registrasi online di aplikasi KlikKapal, pemilik kapal dan pemilik kargo dapat mengaksesnya kapan pun dan di manapun.

Cara kerja aplikasi buatan anak negeri ini juga sangat mudah. Hanya dalam waktu empat jam, pemilik kargo bisa membuat pesanan kapal dan pemilik kapal bisa mengirimkan penawaran masing-masing.

Setelah penawaran pemilik kapal diterima, maka pemilik kargo dapat memilih penawaran yang sesuai. Selain itu, pemilik kargo juga dapat mengakses posisi kapal pada dashboard di aplikasi.

"Seperti halnya aplikasi jasa transportasi online yang marak digunakan untuk mengirimkan paket secara instan, kurang lebih seperti itulah KlikKapal dalam menyediakan kemudahan bagi pemilik kargo untuk mengirimkan barangnya. Dan bagi pemilik kapal, supaya utilisasi unitnya dapat dioptimalkan secara efisien dalam berbisnis," ungkap Yenywati.