Teknologi Laser Ungkap 5 Peradaban Kuno yang Selama Ini Kasat Mata

Merdeka.com - Merdeka.com - Dalam beberapa tahun terakhir, para arkeolog beralih menggunakan laser untuk menggali peradaban kuno yang sebelum tidak terlihat pandangan mata.

Teknologi laser yang digunakan adalah LiDAR (light detection and ranging/deteksi cahaya dan jangkauan). Teknologi ini menggunakan pesawat untuk memancarkan laser dari langit ke tanah, menembus kanopi hutan yang tebal dan dalam. Melalui teknologi ini, peneliti punya peta tiga dimensi di bawah vegetasi, mengungkap struktur buatan manusia.

Dari kota bangsa Maya sampai desa terpencil di Amazon Brasil, berikut adalah lima peradaban yang sebelumnya tidak diketahui yang ditemukan melalui teknologi LiDAR yang canggih, dikutip dari laman Business Insider, Selasa (3/1):

1. Peradaban bangsa Maya berusia 2.000 tahun di Guatemala utara

Menggunakan getaran laser, peneliti mendeteksi peradaban bangsa Maya berusia 2.000 tahun di Guatemala utara. Peradaban kuno ini berisi hampir 1.000 situs arkeologi.

Berdasarkan peta topografi daerah tersebut, para peneliti menetapkan perabadan ini memiliki lebih dari 417 kota, daerah, dan desa yang menyebar sepanjang 650 mil persegi.

Permukiman warga memiliki puluhan lapangan bola dan gabungan 110 mil jalan lintas yang dapat dilalui, yang memungkinkan bangsa Maya kuno melakukan perjalanan.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Ancient Mesoamerica pada Desember.

2. Situs upacara bangsa Maya dan Olmec di Meksiko

Dalam penelitian yang diterbitkan pada Oktober 2021, peneliti menemukan 478 situs Mesoamerika yang diperkirakan berusia antara 2.000 dan 3.000 tahun.

Situs itu membentang sepanjang 32.800 mil persegi di negara bagian Tabasco dan Veracruz, Meksiko, di mana peradaban bangsa Olmec dan Maya berkembang.

Temuan ini membantu para arkeolog menghubungkan kebudayaan Olmec dan Maya.

"Tidak pernah terpikirkan meneliti sebuah area seluas ini beberapa tahun lalu," kata ahli antropologi Universitas Arizona, Takeshi Inomata.

Teknologi LiDAR, lanjut Takeshi, berhasil mentransformasikan arkeologi.

3. Bangunan misterius di tengah hutan Guatemala

Pada 2018, peneliti menggunakan teknologi laser untuk memetakan Peten, Guatemala, di mana bangsa Maya pernah tinggal.

Peneliti menemukan 61.480 ruas jalan yang telah lama hilang, pondasi rumah, benteng militer, dan jalan lintas yang ditinggikan. Temuan ini berasal dari tahun 650 dan 800 SM, pada Periode Klasik Akhir Bangsa Maya.

4. Desa di tengah hutan Amazon

Di wilayah Mato Grasso, Brasil, para arkeolog menggunakan LiDAR untuk menemukan bukti dari 24 situs dengan 81 struktur termasuk jalan yang saling terhubung dan desa berbenteng yang dibangun di atas gundukan.

Peneliti percaya struktur tersebut kemungkinan mendukung peradaban kompleks yang berisi populasi hingga 1 juta orang antara tahun 1250 dan 1500.

Beberapa geoglyph, sebagaimana para arkeolog menyebut situs yang diukir di Bumi, memiliki lebar hingga 1.300 kaki.

Mungkin ada ratusan situs lagi yang tersembunyi di hutan tersebut, menurut Jonas Gregorio de Souza, penulis utama penelitian.

"Tampaknya itu adalah mosaik budaya."

5. Peradaban kuno yang terkubur di Amazon Bolivia

LiDAR mengungkap runtuhan tersembunyi dari 26 situs permukiman masyarakat suku asli di Bolivia. Sembilan di antaranya merupakan temuan baru, yang berkembang di hutan hujan Amazon lebih dari 600 tahun lalu.

Permukiman tersebut berasal dari budaya Casarabe, yang menduduki wilayah dengan luas sekitar 1.700 mil persegi antara tahun 500 dan 1400 SM.

Teknologi ini juga mengungkap platform berundak dan piramida berbentuk kerucut setinggi 72 kaki. [pan]