Teknologi Olah Sampah Plastik Ini Disebut Terbuat dari Singkong

Merdeka.com - Merdeka.com - Greenhope perusahaan yang bergerak dalam penyediaan resin plastik ramah lingkungan dengan teknologi Oxium, Ecoplas dan Naturloop masuk dalam Top 50 Real Leaders kategori Eco Innovation Technology.

Masuknya Greenhope salah satunya adalah memiliki beberapa teknologi dari yang paling murah yakni Oxobiodegradable dengan brand Oxium. Teknologi ini merupakan suatu zat additive untuk membuat plastik konvensional terurai secara alami di alam dalam waktu 3-5 tahun saja. Kemudian ada teknologi biobased dengan brand Ecoplas dan compostable dengan brand Naturloop yang bahan terbuat dari nabati alami Singkong asli Indonesia.

Berdasarkan data, KLHK menyebutkan total sampah nasional pada 2021 mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 17 persen, atau sekitar 11,6 juta ton, disumbang oleh sampah plastik.

Meski jumlahnya lebih kecil bila dibandingkan dengan sampah organik dari sisa makanan, sampah plastik menjadi masalah besar karena sulit terurai secara alami di darat (TPA). Ironisnya, tidak semua sampah-sampah tersebut terkelola dengan baik di darat, KLHK mencatat, pada tahun 2022 ada 42,8 persen atau 131.835 ton/tahun sampah tidak terkelola yang akhirnya menyebabkan kebocoran hingga ke sungai dan laut.

Dengan fakta ini, perlu dilakukan upaya yang holistik dalam menangani timbulan sampah, khususnya sampah plastik konvensional yang memerlukan ratusan tahun dapat terurai secara alami.

"Selain melakukan strategi penanganan sampah dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kita memerlukan ‘R’ tambahan Return to Earth. Konsep Return to Earth merupakan proses sampah plastik terurai secara alami di alam terutama untuk kemasan-kemasan makanan, minuman dan laiinnya yang tidak memungkinkan untuk didaur ulang," kata Arsika Ahmad, Head of Sales & Marketing Greenhope dalam keterangannya, Rabu (27/7).

Sementara itu menurut CEO Greenhope Tommy Tjiptadjaja, produk berteknologi oxo-biodegradable dan bio-based, berharap bisa membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan sampah plastik yang sulit terurai di alam.

Tidak hanya itu, diapun menambahkan bahwa resin berbasis pati singkong yang dihasilkan oleh perusahaannya, merupakan bentuk kontribusi Greenhope dalam memberdayakan petani singkong yang selama ini sulit memperoleh harga jual yang stabil.

"Di Greenhope, kami mengikuti sertifikasi Fair for Life dari Bio-Foundation Swiss yang bekerja sama dengan Grup IMO (Institute for Marketecology) sehingga dalam produksi bahan baku bio-based plastic, kami bermitra dengan kelompok tani untuk membudidayakan singkong yang berkelanjutan," ujar Tommy. [faz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel