Teknologi Sederhana Ini Bisa Kurangi Ribuan Ton CO2

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejak zaman dahulu manusia memanfaatkan teknologi untuk membuat hidup menjadi lebih mudah. Mulai dari menciptakan kendaraan, hingga robot untuk proses produksi di pabrik.

Selain itu, ilmu pengetahuan juga bisa dimanfaatkan untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik. Bahkan, terkadang hanya perlu teknologi sederhana untuk melakukannya.

Salah satu contohnya, yakni dengan memanfaatkan benda-benda yang tadinya dianggap tidak berguna untuk diolah menjadi energi.

Hal itu dilakukan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia, yang mengawali pembangunan fasilitas boiler biomassa di pabrik Sarihusada Prambanan, Jawa Tengah.

Tadinya perusahaan memakai gas alam sebagai sumber energi untuk boiler mereka. Tapi dalam waktu dekat, hasil bumi tersebut bakal digantikan oleh sumber alami yang dapat diperbarui.

Sumber yang dimaksud berupa unsur biologis seperti organisme mati ataupun tanaman hidup. Bahan biomassa yang banyak ditemui biasanya berupa sekam padi, bonggol jagung, cangkang kelapa, limbah pertanian, limbah pengolahan kayu, hingga limbah industri.

“Danone SN Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025,” ujar Operation Director Danone SN Indonesia, Azmin Hasmat melalui keterangan resmi, dikutip Selasa 27 April 2021.

Fasilitas boiler biomassa ini didirikan di tanah seluas 3.000 meter persegi, di dalam area Pabrik Sarihusada Prambanan. Boiler yang akan siap beroperasi akhir 2021 itu akan memanfaatkan 13 ribu ton sekam padi per tahun, yang didapat dari sekitar lahan pertanian.

“Penggunaan boiler biomassa ini akan menurunkan jejak karbon sebesar 8.300 ton CO2 per tahun, atau setara dengan jejak karbon yang diserap melalui penanaman 120 ribu pohon, sehingga dapat mengurangi 32 persen jejak karbon yang dihasilkan oleh proses produksi,” tuturnya.