Teknologi Terkuat di Dunia Dikerahkan untuk Meneliti COVID-19

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVASuperkomputer paling kuat di dunia yang berasal dari Jepang, Fugaku, telah diaktifkan dan telah berjalan. Mesin tersebut dibuat oleh lembaga penelitian ilmiah Jepang, Rikagaku Kenkyujo (RIKEN) atau Institute of Physical and Chemical Research, yang bekerja sama dengan pengembang IT multinasional Fujitsu.

Pada Juni 2020, Fugaku dianggap sebagai superkomputer terkuat di dunia diantara TOP 500 superkomputer tercepat lainnya, menyalip IBM's Summit yang memegang gelar tersebut sejak November 2018 dan mengungguli kinerjanya hingga hampir 300 persen.

Baca: Ilmuwan Jepang Ungkap Masa Lalu Bumi

Angka kinerja Fugaku sangat besar, 442 petaflop kekuatan pemrosesannya, sehingga cocok untuk melakukan simulasi beresolusi tinggi, berskala besar dan berdurasi panjang di berbagai bidang penelitian.

Hal yang menarik tentang Fugaku adalah meskipun menawarkan kekuatan komputasi yang luar biasa namun juga dirancang agar dapat digunakan semudah mungkin. Perangkat didesain untuk menjalankan aplikasi sederhana seperti Microsoft Word atau PowerPoint.

Fugaku ditujukan untuk semua kalangan. Aksesya dibuat mudah untuk digunakan oleh para peneliti dari semua sektor. Mulai dari kedokteran hingga teknik dan pengembangan otomotif, menurut laman Mashable, Senin, 15 Maret 2021.

Head of RIKEN Center for Computational Science, Satoshi Matusuoka mengatakan, jika dibandingkan dengan mobil, teknologi ini akan menjadi sesuatu yang cepat. Bahkan bisa digunakan seorang nenek-nenek untuk mengemudi ke supermarket.

Fugaku baru-baru ini menyelesaikan uji coba yang dimulai pada April 2020, di mana diikutsertakan bekerja pada penelitian COVID-19, memvisualisasikan bagaimana droplet dapat menyebarkan virus dari mulut dan bergerak melalui masker, pelindung wajah, gerbong kereta, dan banyak lainnya.

Superkomputer tersebut telah beroperasi penuh dan akan terbuka untuk penggunaan bersama. Proyek yang bisa menggunakan kecanggihan Fugaku akan dipilih oleh Research Organization for Information Science and Technology (RIST).

Adapun proyek yang telah dipilih mencapai 74 proyek yang akan dilaksanakan mulai April 2021. Fugaku yang beroperasi penuh menandai pencapaian signifikan bagi industri komputasi Jepang, mematahkan dominasi Amerika Serikat (AS) dan China selama 9 tahun dalam hal superkomputer tercepat di dunia.

Pada 2011, K atau Kei jadi superkomputer terakhir Jepang yang menduduki puncak di daftar teratas dan saat ini telah digantikan Fugaku.

“Saya berharap Fugaku akan dihargai oleh orang-orang karena dapat melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh pendahulunya, K, termasuk artificial intelligence (AI) dan big data analytics,” kata Presiden RIKEN, Hiroshi Matsumoto.