Telemedisin harus jalan meski transmisi komunitas COVID-19 di level 1

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Reisa Broto Asmoro menekankan bahwa konsultasi melalui telemedisin harus tetap berjalan meski pemerintah telah menyatakan transmisi komunitas COVID-19 di Indonesia berada pada level 1.

“Pengobatan COVID-19 sampai saat ini masih tersedia, dan diberikan kemudahan oleh pemerintah. Pasien yang melakukan isolasi mandiri dapat memanfaatkan layanan telemedisin gratis dari Kementerian Kesehatan,” katanya dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa pengobatan COVID-19 sampai dengan saat ini masih bisa diakses oleh masyarakat. Berbagai obat yang diresepkan dari hasil konsultasi dalam telemedisin tersebut, masih diberikan secara gratis.

Sebagai salah satu upaya meningkatkan layanan dalam telemedisin, sejak tanggal 6 November 2022 kemarin, pemerintah memperbolehkan setiap obat yang diresepkan dikirim melalui jasa pengambilan pick up atau langsung diambil oleh keluarga pasien secara langsung di apotek Kimia Farma yang sudah ditentukan tanpa harus menunggu pengiriman.

Setiap pasien yang terkonfirmasi COVID-19 melalui hasil pemeriksaan swab PCR atau antigen, dipastikan akan menerima pesan Whatsapp (WA) secara otomatis dari Kementerian Kesehatan. Jika tidak, maka pasien dapat menghubungi WA Kementerian Kesehatan melalui nomor 0811-1050-0567.

“Pasien dapat menghubungi nomor itu, jika mendapat hasil pemeriksaan positif dari hasil PCR atau Antigen yang dilakukan pada laboratorium yang sudah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan dan sudah masuk PeduliLindungi, untuk informasi lebih lanjut anda dapat melihat melalui www.isoman.kemkes.go.id,” katanya.

Ia menambahkan bila merujuk pada indikator transmisi komunitas yang dinilai oleh Kementerian Kesehatan pada 21 november 2022 kemarin, insiden kasus sudah sebesar 17,01 per 100 ribu penduduk per minggu, oleh karenanya transmisi komunitas masih di level satu.

Kemudian rawat inap di rumah sakit sebesar 2,18 per 100 ribu penduduk per minggu, juga masih masuk level satu. Diikuti dengan kematian sebesar 0,10 per 100 ribu penduduk per minggu juga masih ke level satu.

Disebutkannya pada indikator kapasitas respon yang terkait dengan testing sebesar 20,67 per positivity rate per minggu merupakan kapasitas respon terbatas dimana ini harus ditingkatkan kembali jumlah tesnya.

Sedangkan pada tracing, 9,88 rasio kontak erat per minggu merupakan kapasitas respon sedang. Meskipun demikian, treatment 12,12 BOR per minggu dinilai sudah memadai.

Dengan kondisi yang masih kondusif tersebut, Reisa menyatakan kondisi sudah selaras dengan Inmendagri Nomor 49 Tahun 2022 yang berlaku dari 22 November-5 Desember 2022 yang menyatakan pemberlakuan PPKM level 1 di Pulau Jawa dan Bali.

Begitu pula dengan Inmendagri Nomor 48 Tahun 2022 yang berlaku sejak 8 November-5 Desember 2022 yang menyatakan pemberlakukan PPKM level 1 di luar Pulau Jawa dan Bali.

“Menjaga kesehatan tentu dapat dimulai dengan menjalankan gaya hidup yang bersih dan sehat. Ini tidak hanya terkait COVID-19 tapi juga bermanfaat untuk terhindar dari penyakit lainnya baik menular dan tidak menular termasuk komorbid yang bisa meningkatkan fatalitas terhadap COVID-19,” demikian Reisa Subroto Asmoro.

Baca juga: Survei: 98 persen masyarakat akan terus gunakan telemedisin

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan kenalkan telemedisin di University of California

Baca juga: Pakar telemedisin Italia berbagi ilmu di FKIK Unismuh Makassar

Baca juga: Good Doctor dukung BPJS Kesehatan distribusi obat telemedisin JKN