Telkom Bakal Jodohkan Start-Up Lokal dengan Investor Global di G20

Merdeka.com - Merdeka.com - Telkom Indonesia bakal menjodohkan sejumlah start-up lokal dengan investor di ajang G20 di Bali, pekan depan. Perusahaan pelat merah ini memang mendapat mandat untuk menggenjot perhatian pada perusahaan rintisan lokal.

Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Fajrin Rasyid mengungkap, ada beberapa start-up yang bakal mendapat investor. Hal ini juga melihat potensi ekonomi digital Indonesia yang diprediksi terus menguat ke depannya.

"Jadi sudah ada beberapa kandidat start-up dan investor yang berhasil kami mak comblang-kan kami match-kan, yang InsyaaAllah kalau lancar beberapa start-up dan investor kami launch kerja sama,"kata dia dalam Ngopi BUMN, di Kementerian BUMN, Selasa (8/11).

"Perjanjian kerja sama antara start-up dan investor ini di acara B20 di hari Senin atau Selasa minggu depan sebagai rangkaian dari acara B20 dan G20 Summit," tambahnya.

Dalam ekosistem yang dibangun Telkom Indonesia, pihaknya sudah memberikan sejumlah kontribusi untuk start-up lokal. Contohnya melalui Indigo yang berperan sebagai inkubator bagi 200 start-up sejak 2013.

Kemudian, dari sisi pendanaan, ada MDI Ventures yang berperan. Bahkan, dana kelolaan MDI Ventures telah mencapai sekitar USD 800 juta.

"Ini adalah arms atau vehicle dari Telkom Grup untuk berinvestasi startup dari mulai pre seed seri A, B, C dan seterusnya. Dan ini juga rencananya di acara B20 minggu depan itu kami akan melakukan announcement," ungkapnya.

Bidang Apa Saja?

Kendati begitu, Fajrin enggan berbicara banyak mengenai start-up mana saja yang akan menggandeng investor global. Dia hanya menyebut beberapa sektor yang mendekati tahap final.

Fajrin menyebut, salah satunya ada di bidang perdagangan atau e-commerce. Kemudian, ada pula start-up di bidang identification.

"Beberapa startup hampir close di e-commerce di bidang ID, Identification, most-likely ini, beberapa lagi masih diskusi, ada matchmaking 1-2 bulan terakhir, setelah itu startup dan investor diskusi lebih dalam, jumlahnya bisa belum terlalu banyak di-launch," bebernya.

"sangat mungkin setelah itu ada kesempatan lanjutan setelah itu," pungkasnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]