Telkom-Gojek akselerasi pengembangan startup muda di KTI

·Bacaan 1 menit

Perusahaan jasa daring Gojek bersama BUMN PT Telkom mendorong akselerasi usaha rintisan atau startup muda di Kawasan Timur Indonesia melalui Program Muda Maju Bersama (MMB) 1.000 StartUp.

"Salah satu upaya tersebut dengan bersama-sama menyusun kurikulum akselerasi MMB 1.000 StartUp," kata Direktur Digital Business PT Telkom M Fajrin Rasyid pada pertemuan virtual yang digelar Gojek-PT Telkom yang melibatkan peserta Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua, serta daerah lainnya, Jumat.

Dia mengatakan penyusunan kurikulum tersebut melibatkan kolaborasi ITDRI yang menjadi best practice pada bidangnya dan platform Gojek smartfest id yang beberapa tahun terakhir menjadi acuan anak muda di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam meningkatkan soft skill yang tidak didapat di institusi formal.

Baca juga: Pengembangan startup tetap jadi fokus Kominfo

Upaya mendorong startup muda ini, lanjut Fajrin, untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo yang menekankan pembangunan SDM yang unggul sebagai prioritas utama dalam Program Indonesia Maju.

Untuk mencapai target 2045 itu, setidaknya dibutuhkan 9 juta digital talent dalam kurun waktu 15 tahun ke depan atau sekitar 600.000 talenta digital setiap tahunnya untuk dapat berkarya dan berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi digital di Indonesia.

"Indonesia merupakan tanah yang subur untuk pertumbuhan startup. Berdasarkan data Startup Rangking.Com diketahui Indonesia saat ini memiliki 2,251 startup dan menempati posisi ke lima negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada," kata Co-Founder & CEO Gojek Kevin Aluwi.

Baca juga: Teten ajak perguruan tinggi rancang desain pengembangan "startup"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel