Telkom gunakan NVIDIA DGX A100 untuk kembangkan AI dan aplikasi 5G

Alviansyah Pasaribu
·Bacaan 2 menit

Perusahaan teknologi NVIDIA hari ini mengumumkan bahwa Telkom menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menggunakan sistem NVIDIA DGX A100.

Sistem itu dihadirkan untuk mengembangkan aplikasi computer vision dengan sistem komputer berbasis kecerdasan buatan (AI) dan aplikasi berbasis 5G yang mendukung dan memajukan bisnis di Telkom.

"Dengan NVIDIA DGX A100 yang baru ini, kami ingin mempercepat pelatihan model AI, termasuk akselerasi terhadap proses penyelerasan model dan algoritma AI. Kami berharap hasil-hasil dari proses riset ini akan terus memajukan pengembangan produk-produk baru," kata Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur, Telkom Digital Business, melalui keterangannya, Senin.

Baca juga: Mercedes-Benz dan NVidia siap luncurkan mobil swakemudi cerdas

Sebagai sebuah perusahaan digital, Telkom diwajibkan untuk melakukan riset teknologi lanjutan guna menciptakan value-based economy yang mengedepankan inovasi, serta mempersiapkan menghadapi pasar masa depan.

Untuk mencapai itu, unit Advanced Technology & Business Research (ATR) dari Telkom telah membangun sebuah laboratorium untuk inovasi digital atau Digital Innovation Laboratory yang berfokus dalam eksplorasi pengembangan bisnis digital, khususnya untuk berbagai teknologi masa depan yang diperkirakan akan menjadi mainstream dalam 3-5 tahun mendatang.

Dilengkapi NVIDIA DGX A100, lab riset ATR dapat mengembangkan aplikasi computer vision serta berbagai solusi terkait AI lainnya untuk memberikan keunggulan dalam persaingan bisnis dengan para kompetitornya.

Fokus utama ATR adalah menjalankan penelitian atau riset terhadap bisnis-bisnis internal yang ada di Telkom, riset teknologi yang ada dalam dalam teknologi digital, pengelolaan Joint Innovation Center, pengelolaan aset laboratorium, dan memberdayai kelompok-kelompok riset teknologi digital.

ATR saat ini berkonsentrasi dalam teknologi-teknologi AI seperti pemrosesan gambar, natural language processing, pemrosesan teks, pemrosesan video, dan pemrosesan suara.

Pengembangannya akan termasuk mengerjakan kasus untuk teknologi AI tingkat lanjut guna mendukung bisnis Telkom di masa depan, dan mengembangkan berbagai prototipe aplikasi untuk industri vertikal.

Dengan kinerja AI sebesar 5-petaflop, NVIDIA DGX A100 merupakan platform universal untuk semua workload AI. Diperkuat dengan 8 GPU NVIDIA A100 Tensor, dan NVIDIA Networking, platform ini memungkinkan perusahaan untuk mengkonsolidasikan training AI, inference dan analitik ke dalam sebuah infrastruktur AI terpadu yang mudah digunakan, termasuk juga akan mendapatkan akses langsung ke para pakar AI dari NVIDIA.

“Kinerja yang cepat dan sifatnya yang universal memudahkan serta mempercepat para periset dalam mengembangkan solusi-solusi AI. Telkom merupakan contoh yang sangat baik dari sebuah organisasi yang berpikiran maju, yang telah mengadopsi kekuatan DGX A100 guna mengembangkan solusi-solusi AI untuk masa depan,” kata Dennis Ang, Director of Enterprise Business for the SEA and ANZ Region, NVIDIA.

Baca juga: Kominfo tetapkan Telkom Satelit untuk gunakan slot orbit 113 BT

Baca juga: Fortnite kembali ke iOS lewat GeForce NOW

Baca juga: Nvidia: "Fortnite" kembali ke iPhone dalam waktu dekat