Telkom Klaim Bisnis Satelit Kecil

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Telkom Indonesia Arief Yahya mengklaim "internal rate of return" (IRR) bisnis satelit yang digeluti perseroan lebih kecil, yakni 14 persen, jika dibandingkan bisnis Telkom lainnya di atas 20 persen.

"`Return` (tingkat pengembalian, red) bisnis satelit ini rendah. Bahkan, satelit bukan pilihan bisnis yang bagus," tutur Arief saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan, walau keuntungan bisnis satelit minim, namun setiap negara harus mempunyai satelit.

Saat ini Telkom memiliki Satelit Telkom-1 yang akan berakhir masa operasinya pada 2016 serta Satelit Telkom-2 berakhir pada 2020 mendatang.

Ia menambahkan, Telkom berencana meluncurkan Satelit Telkom-3R pada 2016 sebagai investasi jangka panjang. Persiapan pembuatan Satelit Telkom-3R akan dimulai tahun depan.

Diperkirakan tiga tahun kemudian, satelit tersebut baru dapat diluncurkan.

"Nah, kita masih mempunyai hak menunjuk kembali pihak Rusia untuk mendisain satelit. Namun, kita juga punya opsi untuk bisa gunakan hak itu atau tidak," katanya.

Untuk kebutuhan Satelit Telkom-3R jangka pendek, perseroan dapat menyewanya kepada China dan Jepang. Namun, Telkom lebih memilih satelit buatan China karena "foot string" berada di Indonesia.

Ia mencontohkan, satu satelit yang dimiliki Telkom mempunyai sekitar 24 "transponder".

Artinya, Satelit Telkom-3R membutuhkan kurang lebih 42 "transponder". Biaya sewa satu "transponder" sekitar 1 juta dolar AS, sehingga 42 "transponder" membutuhkan dana sebesar 42 juta dolar AS.

"Sewanya bertahap dan disewa kembali kepada pihak lain, seperti misalnya perbankan," katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...