Telkom Klaim Bisnis Satelit Kecil

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNnews.com
    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNNEWS.COM - Andalan Garut adalah ikan layur. Dalam sehari saat musimnya, kami dapat mengirimkan 20 ton ikan …

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Telkom Indonesia Arief Yahya mengklaim "internal rate of return" (IRR) bisnis satelit yang digeluti perseroan lebih kecil, yakni 14 persen, jika dibandingkan bisnis Telkom lainnya di atas 20 persen.

"`Return` (tingkat pengembalian, red) bisnis satelit ini rendah. Bahkan, satelit bukan pilihan bisnis yang bagus," tutur Arief saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan, walau keuntungan bisnis satelit minim, namun setiap negara harus mempunyai satelit.

Saat ini Telkom memiliki Satelit Telkom-1 yang akan berakhir masa operasinya pada 2016 serta Satelit Telkom-2 berakhir pada 2020 mendatang.

Ia menambahkan, Telkom berencana meluncurkan Satelit Telkom-3R pada 2016 sebagai investasi jangka panjang. Persiapan pembuatan Satelit Telkom-3R akan dimulai tahun depan.

Diperkirakan tiga tahun kemudian, satelit tersebut baru dapat diluncurkan.

"Nah, kita masih mempunyai hak menunjuk kembali pihak Rusia untuk mendisain satelit. Namun, kita juga punya opsi untuk bisa gunakan hak itu atau tidak," katanya.

Untuk kebutuhan Satelit Telkom-3R jangka pendek, perseroan dapat menyewanya kepada China dan Jepang. Namun, Telkom lebih memilih satelit buatan China karena "foot string" berada di Indonesia.

Ia mencontohkan, satu satelit yang dimiliki Telkom mempunyai sekitar 24 "transponder".

Artinya, Satelit Telkom-3R membutuhkan kurang lebih 42 "transponder". Biaya sewa satu "transponder" sekitar 1 juta dolar AS, sehingga 42 "transponder" membutuhkan dana sebesar 42 juta dolar AS.

"Sewanya bertahap dan disewa kembali kepada pihak lain, seperti misalnya perbankan," katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...