Telkom Klaim Bisnis Satelit Kecil

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Telkom Indonesia Arief Yahya mengklaim "internal rate of return" (IRR) bisnis satelit yang digeluti perseroan lebih kecil, yakni 14 persen, jika dibandingkan bisnis Telkom lainnya di atas 20 persen.

"`Return` (tingkat pengembalian, red) bisnis satelit ini rendah. Bahkan, satelit bukan pilihan bisnis yang bagus," tutur Arief saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan, walau keuntungan bisnis satelit minim, namun setiap negara harus mempunyai satelit.

Saat ini Telkom memiliki Satelit Telkom-1 yang akan berakhir masa operasinya pada 2016 serta Satelit Telkom-2 berakhir pada 2020 mendatang.

Ia menambahkan, Telkom berencana meluncurkan Satelit Telkom-3R pada 2016 sebagai investasi jangka panjang. Persiapan pembuatan Satelit Telkom-3R akan dimulai tahun depan.

Diperkirakan tiga tahun kemudian, satelit tersebut baru dapat diluncurkan.

"Nah, kita masih mempunyai hak menunjuk kembali pihak Rusia untuk mendisain satelit. Namun, kita juga punya opsi untuk bisa gunakan hak itu atau tidak," katanya.

Untuk kebutuhan Satelit Telkom-3R jangka pendek, perseroan dapat menyewanya kepada China dan Jepang. Namun, Telkom lebih memilih satelit buatan China karena "foot string" berada di Indonesia.

Ia mencontohkan, satu satelit yang dimiliki Telkom mempunyai sekitar 24 "transponder".

Artinya, Satelit Telkom-3R membutuhkan kurang lebih 42 "transponder". Biaya sewa satu "transponder" sekitar 1 juta dolar AS, sehingga 42 "transponder" membutuhkan dana sebesar 42 juta dolar AS.

"Sewanya bertahap dan disewa kembali kepada pihak lain, seperti misalnya perbankan," katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...