Telkom Pakai Superkomputer untuk Kembangkan 5G

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVATelkom Indonesia resmi menggunakan Superkomputer NVidia DGX A100 untuk mengembangkan berbagai macam aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan aplikasi berbasis 5G untuk mendukung dan memajukan bisnis.

Dengan kinerja AI sebesar 5-petaflop, maka Superkomputer NVidia DGX A100 merupakan platform universal untuk semua workload AI. Diperkuat dengan 8 GPU, NVidia A100 Tensor dan NVidia Networking yang merupakan perangkat jaringan berkecepatan tinggi.

Baca: Telkom Dapat Jatah Slot Satelit di Langit Indonesia

Platform ini memungkinkan induk usaha Telkomsel itu untuk mengkonsolidasikan training AI, inference, dan analitik ke dalam sebuah infrastruktur AI terpadu yang mudah digunakan, termasuk juga akan mendapatkan akses langsung ke para pakar AI dari NVidia.

Dengan demikian, unit riset milik Advanced Technology and Business Research (ATR) Telkom bisa mengembangkan aplikasi computer vision serta berbagai solusi terkait AI lainnya untuk memberikan keunggulan dalam persaingan bisnis dengan para kompetitornya.

"Fokus utama ATR adalah menjalankan riset terhadap bisnis-bisnis internal yang ada di Telkom, riset teknologi yang ada dalam dalam teknologi digital, pengelolaan Joint Innovation Center, pengelolaan aset laboratorium, dan memberdayai kelompok-kelompok riset teknologi digital," kata Direktur Bisnis Digital Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid, Senin, 25 Januari 2021.

Ia melanjutkan, saat ini ATR berkonsentrasi dalam teknologi-teknologi AI seperti pemrosesan gambar, natural language processing, pemrosesan teks, pemrosesan video, dan pemrosesan suara.

Pengembangannya akan termasuk mengerjakan kasus untuk teknologi AI tingkat lanjut guna mendukung bisnis Telkom di masa depan, serta mengembangkan berbagai prototipe aplikasi untuk industri vertikal.

Dengan Superkomputer NVidia DGX A100, kami ingin mempercepat pelatihan model AI, termasuk akselerasi terhadap proses penyelerasan model dan algoritma AI. Kami berharap hasil-hasil dari proses riset ini akan terus memajukan pengembangan produk-produk baru," jelas Fajrin.