IT Telkom Purwokerto luncurkan platform bakat anak berteknologi AI

Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meluncurkan platform daring untuk melakukan asesmen terhadap minat dan bakat anak dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Saat memberikan sambutan pada peluncuran platform daring tersebut di Gedung Rektorat IT Telkom Purwokerto, Jumat siang, Rektor IT Telkom Purwokerto Dr. Arfianto Fahmi mengapreasiasi upaya yang dilakukan tim dosen IT Telkom Purwokerto bekerja sama dengan Hompimpaa.id serta pihak lainnya dalam mewujudkan aplikasi asesmen minat dan bakat anak berteknologi AI itu.

"Hari ini (4/11) kita bisa mewujudkan kerja sama yang selama ini memang sangat didorong oleh pemerintah," katanya.

Ia mengharapkan kerja sama tersebut tidak berhenti sampai di situ, sehingga ke depan bisa diperluas lagi.

Baca juga: Kenali potensi anak dengan tes minat bakat

Baca juga: Cara kenali bakat anak menurut psikolog

Sementara itu, Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Banyumas Ina Yukawati menyampaikan terima kasih karena pihaknya diajak bekerja sama dalam mewujudkan platform daring untuk melakukan asesmen terhadap minat dan bakat anak berteknologi AI tersebut.

Menurut dia, kerja sama tersebut saat sekarang sudah merambah ke tujuan yang sesuai dengan visi-misi Himpaudi, yaitu mencerdaskan anak-anak dan orang tua.

"Bahkan, minat dan bakat anak-anak seperti apa, itu yang harus kita maksimalkan, jangan sampai terjadi malpraktik di bawah karena guru yang tidak berkompeten, yang kurang profesional," katanya.

Saat ditemui usai peluncuran, Ketua Kedaireka IT Telkom Purwokerto Zein Hanni Pradana mengatakan platform daring tersebut sebenarnya merupakan pengembangan dari kegiatan asesmen minat dan bakat anak yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Baca juga: Kenali bakat anak dengan kecerdasan majemuk

Baca juga: Program kecerdasan buatan pertama di Indonesia hadir di ITB

Dalam hal ini, kata dia, sumber materi asesmen dibuat oleh mitra yang merupakan psikolog sekaligus dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

"Itulah yang kami ubah menjadi artificial intelligence, sehingga begitu diisi, langsung keluar hasilnya. Walaupun sebenarnya karena masih anak-anak, hasilnya masih bisa berubah," jelasnya.
​​​​​
Oleh karena platform asesmen tersebut dapat diakses secara daring, kata dia, anak-anak dimungkinkan bisa melakukan tes minat dan bakat satu kali dalam setahun.

Terkait dengan teknis penggunaan platform tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Hompimpaa.id Hilmy Febia Nugraha mengatakan orang tua maupun pendidik yang ingin menggunakannya terlebih dahulu harus mendaftar melalui laman Hompimpaa.id.

"Lalu mengisi nama anak yang didaftarkan. Saat mendaftar, di situ ada asesmen, ada sekitar 32 pertanyaan, setelah itu hasilnya keluar," kata alumni IT Telkom itu.

Baca juga: Menparekraf berkomitmen fasilitasi AI di sektor kreatif

Baca juga: BRI gali talenta digital RI lewat BRIBRAIN Academy