Telkomsel Jalankan Protokol Kesehatan, tapi Bukan untuk COVID-19

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Operator telekomunikasi PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengaku bahwa data pribadi para pelanggannya aman dari pembobolan. Hal ini merujuk kepada kasus pembobolan data pribadi milik pegiat media sosial Denny Siregar.

"Kami ingin memastikan dan menjamin keamanannya bahwa Telkomsel melindungi data pribadi pelanggan yang tersimpan," kata Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2020.

Ia juga memastikan Telkomsel selalu menjalankan protokol kesehatan, tapi bukan untuk COVID-19, melainkan melindungi data pribadi pelanggan, baik secara teknis maupun standard operational procedure (SOP).

"Ini proses yang akan selalu kita sempurnakan. Ini bukan proses yang berhenti begitu saja. Bukan proses yang kita lakukan hanya karena ada kejadian," paparnya.

Setyanto memastikan jika ada kejadian di Telkomsel pasti akan memicu perbaikan dari segi protokol. Namun, dirinya enggan menyampaikan detail pengembangan protokol ksehatan tersebut.

Saat ini kejadian pembobolan data pribadi Denny Siregar sudah masuk ke ranah hukum. Tersangka sudah dibekuk oleh pihak kepolisian.

Atas tindakan ini, Setyanto juga mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian dan mengucapkan apresiasinya atau kerja sama tersebut. Ia menambahkan menyerahkan proses yang berjalan pada hukum yang berlaku.

Sebelumnya, kebocoran data pribadi miliK pegiat media sosial Denny Siregar yang mencuat ke publik beberapa hari lalu, menunjukkan bahwa anggapan publik selama ini, security sistem informasi dan data telekomunikasi akan sulit dibobol ternyata salah.

Bahkan jauh dari ekspektasi publik. Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN, Arief Poyuono, ikut mengomentari kasus tersebut. Ia menilai sangat terbuka kemungkinan data pribadi yang dibobol tak hanya milik Denny Siregar.

"Bisa jadi, percakapan menteri sampai presiden juga disadap," ujarnya. Karena itu, Arief menduga dalam kasus Denny Siregar tak hanya FPH yang akan diproses hukum.

Kemungkinan akan muncul tersangka lain. Menurutnya, manajemen Telkomsel harus melakukan screening kepada pegawai yang punya akses dan bertanggung jawab atas semua data pribadi pelanggannya. Hal ini penting, untuk memastikan karyawan tersebut tidak tercemar moral buruk.

Selain itu, juga demi menjaga kerahasiaan pelanggan operator telekomunikasi pelat merah tersebut. "Saya kira ini juga menjadi pelajaran penting bagi Menteri BUMN yang harus melakukan screening yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) terhadap para direksi BUMN yang ditempatkan," katanya.