Telkomsel Masuk ke Gojek di Saat yang Tepat

Krisna Wicaksono, Novina Putri Bestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Telkomsel Indonesia memutuskan untuk melakukan investasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, atau yang lebih dikenal dengan nama Gojek.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengungkapkan, nilai investasi Telkomsel di Gojek mencapai US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.Transaksi itu diteken pada Senin 16 November kemarin.

"Telkom percaya, kolaborasi ini dapat memberikan layanan dan solusi yang lebih baik kepada masyarakat dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berkesinambungan," ujar Vice President Investor Relations Telkom, Andi Setiawan melalui keterangan resmi, dikutip Selasa 17 November 2020.

Berkat aksi Telkomsel di Gojek tersebut, saham Telkom pada hari ini naik 6,5 persen di level Rp3,270 per saham, dibandingkan penutupan pada Senin yang berada di harga Rp3,070 per saham.

Kesepakatan Telkomsel dan Gojek tersebut dinilai datang pada momentum yang tepat. Sebab, secara fundamental Gojek kini telah memasuki fase baru, di mana ekosistem bisnis di Gojek mulai berhasil mencatatkan margin positif.

Analis pasar modal, Fendi Susiyanto menilai masuknya Telkomsel akan semakin mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di Indonesia.

"Telkomsel melakukan strategi tepat saat masuk ke Gojek. Ekosistem bisnis Gojek sudah matang dan memiliki potensi pasar yang sangat besar, yang dapat dioptimalkan behavior-nya sebagai sumber pendapatan baru Telkomsel," tutur pengelola Podcast OmFin Channel tersebut.

Dengan berkembangnya bisnis data dan digital, ekosistem Gojek yang memiliki jutaan pengguna, mitra driver dan pelaku bisnis adalah potensi pasar yang menggiurkan.

Pada tahun lalu, pendapatan bisnis digital Telkomsel naik 23,1 persen year on year menjadi Rp58,24 triliun. Sampai kuartal III tahun ini, pendapatan bisnis digital Telkomsel tetap tumbuh sebesar 10,6 persen menjadi Rp47,66 triliun, dengan kontribusi 73,2 persen dari total pendapatan mereka.

"Dengan kinerja ekosistem Gojek yang juga tumbuh positif selama pandemi, seharusnya Telkomsel bisa mendorong pendapatan digitalnya lebih besar lagi. Kolaborasi yang melibatkan pemimpin pasar di industri akan selalu positif untuk pasar dan pelaku usahanya sendiri," ungkapnya.

Baca juga: Bandara Internasional Pakai Blockchain untuk Lacak COVID-19