Telkomsel Sumbang Pajak Terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat di 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Telkomsel menjadi penyumbang pajak terbesar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Empat pada 2020.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pun memberikan apresiasi dan penghargaan pada Telkomsel melalui penyerahan piagam oleh Kepala KPP Wajib Pajak Besar Empat, Budi Prasetya, kepada Direktur Keuangan Telkomsel, Leonardus WW Mihardjo.

Direktur Keuangan Telkomsel, Leonardus WW Mihardjo mengatakan, pihaknya bersyukur dapat memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia dalam mendukung perekonomian negara, di tengah situasi penuh tantangan ini.

"Telkomsel pun memaknai apresiasi ini sebagai dorongan lebih untuk memperkuat perannya dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan bangsa di setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan," kata Leonardus, dalam keterangan resmi Telkomsel, Kamis (1/4/2021).

Kepala KPP Wajib Pajak Besar Empat, Budi Prasetya mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya Telkomsel dan Telkom Group secara keseluruhan dalam meningkatkan kontribusi pajaknya pada 2020 meski industri tengah ditimpa tantangan besar akibat pandemi Covid-19.

Laporan pajak Telkomsel hingga akhir 2020 menunjukkan total kontribusi pajak secara nasional yang diberikan kepada negara tumbuh 1,3 persen dibandingkan 2019.

Mayoritas pajak disetorkan melalui KPP Wajib Pajak Besar Empat adalah wajib pajak BUMN yang bergerak di sektor jasa dan wajib pajak orang pribadi prominen yang berdomisili di DKI Jakarta.

Di lingkungan KPP Wajib Pajak Besar Empat, Telkomsel berkontribusi sebagai penyumbang pajak terbesar dengan kontribusi pertumbuhan mencapai 2,6 persen dibanding 2019.

Kontribusi Telkomsel Untuk Indonesia Sepanjang 2020

Ilustrasi BTS Telkomsel (Liputan6.com/Sangaji)
Ilustrasi BTS Telkomsel (Liputan6.com/Sangaji)

Pencapaian Telkomsel sebagai penyumbang pajak terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat tidak terlepas dari berbagai inisiatif yang dilakukan perusahaan sepanjang 2020.

Misalnya tahun 2020 Telkomsel melakukan serangkaian optimalisasi penyelenggaraan jaringan, pengembangan transformasi digital, dan penguatan upaya kolaboratif untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang berkembang terus.

Untuk mendorong pemerataan akses dan kualitas broadband, sejak awal 2020, Telkomsel memastikan seluruh pembangunan jaringan baru akan berfokus pada penerapan teknologi 4G LTE.

Terutama penerapan 4G dilakukan di wilayah yang memiliki pertumbuhan trafik broadband yang tinggi, misalnya area residensial, wilayah padat populasi, hingga kawasan industri.

Hingga November 2020, Telkomsel mengoperasikan lebih dari 233.000 unit BTS di mana sebagian besar berjaringan 3G/4G.

Investasi ke Sejumlah Startup

Ilustrasi Gojek, Aplikasi Gojek. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Ilustrasi Gojek, Aplikasi Gojek. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Pada kuartal 3 2020, Telkomsel juga menjadikan seluruh BTS USO yang berkolaborasi dengan BAKTI Kominfo berjaringan 4G. Hal ini merupakan upaya untuk memeratakan 4G di seluruh desa atau kelurahan pada 2022.

Telkomsel juga menghadirkan beberapa inovasi digital seperti kehadiran Telkomsel Orbit, VoLTE, hingga mengembangkan teknologi Open RAM yang diharapkan akan mengakselerasi implementasi 5G.

Telkomsel juga melakukan pengalihan kepemilikan 6.050 menara kepada Mitratel, sebagai salah satu langkah perusahaan memperdalam lini bisnis layanan digital.

Telkomsel juga melakukan strategic investment dengan berkolaborasi bersama sejumlah startup yang tengah berkembang, seperti Roambee, Kredivo, dan startup decacorn Gojek.

(Tin/Ysl)