Telkomsel Suntik Investasi Rp 2,1 Triliun ke Gojek

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Telkomsel menginvestasikan dana USD 150 juta atau setara Rp 2,1 triliun (kurs Rp 14.055 per dollar AS) kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) atau Gojek.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, pihaknya percaya kerjasama antara kedua belah pihak akan mengakselerasi transformasi Telkomsel sebagai digital telco company.

Kemudian juga memperkuat konsistensi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, meski di tengah situasi pandemi Covid-19.

"Semangat kolaborasi akan terus menjadi fondasi kami dalam menghadirkan manfaat teknologi digital di seluruh sektor kehidupan seluruh lapisan masyarakat Indonesia," kata Setyanto, Selasa (17/11/2020).

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah juga mendukung dan menyambut baik kolaborasi lintas sektor antara Telkomsel dan Gojek.

Dia pun meyakini kerjasama dengan Gojek akan memberikan potensi nilai tambah besar bagi perseroan.

"Terutama untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital, seiring roadmap transformasi yang sedang dijalankan TelkomGroup untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia," ujar dia.

"Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi dan misi TelkomGroup untuk mengorkestrasi strategi penguatan synergy value yang sudah berjalan antara kedua perusahaan, yang akan berdampak positif serta memperkuat portofolio bisnis TelkomGroup dalam mengakselerasi perekonomian digital di Indonesia," sambungnya.

Kata Gojek

Gojek mulai uji coba penerapan sekat pelindung di layanan GoRide. (Sumber: Gojek)
Gojek mulai uji coba penerapan sekat pelindung di layanan GoRide. (Sumber: Gojek)

Sementara Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo memaparkan, kerjasama ini akan menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia, termasuk konsumen, mitra driver dan mitra UMKM supaya ikut andil menikmati manfaat dari ekonomi digital.

"Ekonomi digital di Indonesia didorong oleh perkembangan perangkat seluler (mobile-first market). Sehingga bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi (leap frog)," ungkapnya.

Saksikan Video Ini