Telkomsel Tidak Berubah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Operator seluler Telkomsel beberapa waktu yang lalu resmi melebur merek atau brand prabayar Simpati, Kartu As, dan Loop menjadi Telkomsel Prabayar. Sementara untuk layanan pascabayar dengan brand Kartu Halo diganti sampul menjadi Telkomsel Halo.

Mulai 18 Juni 2021, anak usaha Telkom itu memproduksi starter pack atau kartu perdana Telkomsel Prabayar dengan desain baru, tidak lagi dengan brand Simpati, Kartu As, atau Loop. Kendati demikian, nomor depan starter pack untuk Telkomsel Prabayar akan tetap menggunakan nomor prefiks yang dipakai pada Simpati, Kartu As, dan Loop.

Antara lain adalah 0812, 0813, 0821, 0822, 0823, 0852, dan 0853. Sementara untuk layanan pascabayar, produk starter pack Kartu Halo diubah menjadi Telkomsel Halo dengan nomor depan 0811 dan 0812.

Vice President Prepaid Customer Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Telkomsel, Tuty R. Afriza, mengatakan, dengan perubahan brand dari Simpati, Kartu As, dan Loop menjadi Telkomsel Prabayar, Telkomsel ingin menyederhanakan layanan prabayarnya.

Meski menggabungkan tiga brand menjadi satu brand baru, menurut Tuty, tidak ada yang berubah dari layanan Telkomsel. Tuty memastikan para pelanggan Simpati, Kartu As, dan Loop masih terus bisa menikmati seluruh layanan, paket produk, dan aturan yang berlaku sebelumnya.

"Tidak ada yang berubah, kami tetap mempertahankan produk dan layanan yang sebelumnya. Semuanya tetap bisa didapatkan tanpa harus mengganti nomor maupun kartu SIM," kata dia, dalam konferensi pers virtual, Senin, 5 Juli 2021.

Tuty mengatakan, penggabungan dari ketiga brand menjadi Telkomsel Prabayar dilakukan setelah perusahaan melakukan riset selama setahun terakhir. Ia menyebutkan, di awal kehadirannya, Simpati, Kartu As, dan Loop menyasar segmen pengguna yang berbeda.

Simpati, misalnya untuk pengguna profesional, Kartu As untuk masyarakat yang lebih luas, dan Loop untuk konsumen muda. Namun, seiring perubahan zaman yang lebih digital, tidak ada lagi segmentasi-segmentasi pelanggan.

Sebab, untuk pasaran banyak pelanggan profesional justru menjadi pengguna Loop yang ditujukan untuk menyasar anak muda atau sebaliknya. Oleh karena itu, ia sampai pada kesimpulan bahwa hal yang berbeda antara satu dan pelanggan lain adalah kebutuhannya.

"Kami berupaya mengakomodir kebutuhan data pelanggan. Karena ada pelanggan yang menikmati video, ada yang suka gim, dan lain-lain. Dan itu bukan karena segmentasi berdasarkan demografi anak muda atau mass market, melainkan karena kebutuhan data," tutur Tuty.

Sekadar informasi, saat ini total kartu perdana Telkomsel yang tersedia di pasaran sekitar 6-7 juta kartu perdana dengan komposisi 1:3, jumlah kartu perdana baru mendominasi.

Ia juga menegaskan tidak akan ada penarikan kartu perdana lama Simpati, Kartu As, Loop, serta memastikan kartu perdana lama yang ada di pasaran tetap bisa diaktivasi dan dibeli seperti sebelumnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel