Telkomtelstra Berubah Jadi Digiserve by Telkom Indonesia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Telkomtelstra (PT Teltranet Aplikasi Solusi) secara resmi bertransformasi menjadi Digiserve by Telkom Indonesia (PT Digital Aplikasi Solusi). Perubahan ini setelah diakuisisi kepemilikannya oleh PT Telkom Indonesia (Persero) melalui TelkomMetra di 2021.

Proses transformasi menjadi Digiserve tersebut secara resmi diumumkan bertepatan dengan perayaan anniversary 7 tahun berdirinya perusahaan. Dalam acara tersebut juga diumumkan pimpinan baru perusahaan yaitu Ahmad Hartono, yang ditunjuk oleh para pemegang saham perusahaan untuk menjadi Direktur Utama Digiserve.

Selain pengumuman manajemen baru, proses transformasi perusahaan juga ditandai dengan peresmian penggunaan nama dan logo baru yaitu Digiserve. Logo dengan simbol huruf “d” tersebut menggambarkan bisnis yang akan menjadi fokus usaha Digiserve.

Digiserve terdiri dari dua kata yang melambangkan komitmen perusahaan. DIGI sebagai perusahaan digital yang menjadi pemimpin di dalam Digital Transformation Journey bagi pelanggan dan perusahaan di Indonesia melalui produk-produk transformasi digital yang unggul.

Sedangkan SERVE merupakan corporate culture yang menjadi komitmen perusahaan dalam melayani, melalui nilai-nilai utama, yaitu simplify business, empower all people within company, respect our planet with green and responsible digital technology, value our people and culture of doing business dan excite the market.

Edi Witjara, Director Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia menyambut antusias transformasi sekaligus penunjukkan manajemen baru perusahaan.

“Pertama, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-7 untuk perusahaan. Kedua, saya sampaikan terima kasih untuk manajemen sebelumnya yang telah meletakkan pondasi yang kuat untuk perusahaan yang kini dilanjutkan oleh manajemen baru dari Digiserve. Terakhir, selamat bertugas untuk manajemen baru yang harus mampu melanjutkan business plan yang sudah ada serta bersiap menjawab tantangan bisnis khususnya cloud dan security services yang menjadi ciri perusahaan selama ini,” ujarnya saat acara peresmian transformasi perusahaan menjadi Digiserve yang diselenggarakan secara hybrid di Jakarta.

Edi menegaskan, transformasi ini akan memberikan semangat baru, bisnis baru dan harus dimaknai sebagai upaya untuk memberikan capaian yang lebih baik (much more better).

“Kemampuan kepemimpinannya diuji, bisa merangkul semua pihak. Tuntutannya makin tinggi, membawa perusahaan ke kelas yang lebih tinggi. Hal yang terpenting adalah ini merupakan momen yang tepat bagi manajemen baru untuk berlari kencang mengingat belum tergarapnya bisnis enterprises secara maksimal padahal potensi marketnya sangat besar,” jelasnya.

Budi Setyawan, Director Strategic Portfolio Telkom Indonesia sekaligus Presiden Komisaris Digiserve menaruh harapan besar terhadap transformasi perusahaan.

"Dengan logo yang baru, semangat baru dan direksi baru, saya yakin better future untuk bisnis Digiserve akan segera terwujud," ujarnya.

Budi mengakui bahwa sejak menjabat sebagai Presiden Komisaris Perusahaan bulan Juli 2020 dan kini bertransformasi menjadi Digiserve telah banyak dinamika yang terjadi. Meski demikian dengan kerja tim yang kompak dan profesional, semua bisa dilalui dengan baik dan bisnis perusahaan bisa berkembang dengan cepat.

"Saya melihat kuncinya pada kerja tim yang profesional. Mulai dari top manajemen hingga ke bawah, semua mengedepankan profesionalitas. Apa yang bisa kita kerjakan maka harus segera kita kerjakan. Ini pesan untuk Presiden Direktur yang baru beserta timnya," kata Budi.

Rencana Manajemen

Presiden Direktur TelkomMetra Pramasaleh Utomo menyatakan sebagai salah satu pemegang saham, TelkomMetra akan mendukung Digiserve terutama dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

“TelkomMetra juga berkomitmen mengawal business plan Digiserve baik tahun ini dan tahun depan agar segera terealisasi. Selain itu TelkomMetra juga mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG) oleh Digiserve yang telah menjadi bagian dari BUMN,” jelasnya.

Pramasaleh menambahkan bahwa hal yang paling penting adalah customer experience tetap terjaga. Memberikan pengalaman yang melampaui ekspektasi pelanggan sehingga brand Digiserve akan semakin dikenal karena merupakan harapan semua pihak baik TelkomMetra maupun Telkom Group.

Presiden Direktur Digiserve Ahmad Hartono, yang ditunjuk sebagai pimpinan perusahaan mengatakan jika penugasan ini merupakan kehormatan."Untuk itu Saya akan menjaga dan menjalankan amanah ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dia sebelumnya menjabat sebagai Director of Finance & Risk Management PT Finnet Indonesia yang juga merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia melalui Telkom Metra.

Hartono meyakini bahwa Digiserve akan tumbuh menjadi perusahaan besar. Kuncinya terletak pada sinergi dan kolaborasi.

Di sisi lain, dia juga akan mempertahankan dan melanjutkan business plan yang sudah dipersiapkan dengan baik, serta mempertahankan budaya perusahaan dan reputasi yang sudah terbangun dengan baik.

“Rencana saya, pertama akan mengamankan performance 2021. Kedua, amanah yang sudah diberikan akan kita amankan sehingga di tahun 2022 bisa mempercepat Digiserve take off, menjadi perusahaan besar secara global. Saya sependapat dengan yang disampaikan pimpinan perusahaan sebelumnya bahwa 7 tahun performansi finansial kurus telah kita lalui. Kini kita akan memasuki masa pertumbuhan dan performansi finansial gemuk pada 7 tahun berikutnya,” jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel