Telur jadi favorit peserta Program Pangan Bersubsidi di Jakarta Utara

Telur menjadi komoditas favorit warga Sunter Jaya dalam Program Pangan Bersubsidi (PPB) di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya Berseri, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.

Lurah Sunter Jaya, Eka Persilian Yeluma, mengatakan sebanyak 1.159 baki telur terjual saat program pangan bersubsidi digelar oleh Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi bersama PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), Perumda Pasar Jaya dan Perumda Dharma Jaya.

"Daging sapi terjual 1.030 kilogram, daging ayam terjual 1.059 ekor, beras terjual 1.081 kantong, telur terjual 1.159 baki, susu terjual 922 karton, dan ikan terjual 753 kilogram. Untuk PPB kali ini, melihat jumlah telur yang terjual, bisa dikatakan menjadi favorit masyarakat," ujar Eka dalam keterangannya di Jakarta Utara, Jumat.

Nantinya, PPB ini akan dihadirkan sebulan sekali oleh Pemprov DKI Jakarta untuk membantu meningkatkan perekonomian warga Ibu Kota.

Dengan pelaksanaan PPB yang dilakukan secara berkala itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Anies minta BUMD-SKPD pangan pantau harga dan stok sampai lebaran

"Juga dapat memenuhi kebutuhan gizi warga. Harapannya subsidi pangan murah dapat terus dilakukan, supaya dapat meningkatkan keterjangkauan ekonomi warga," kata Eka.

Selain itu, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) juga tengah menyosialisasikan penggunaan media tanam organik serbuk kelapa (cocopeat) kepada penggiat pertanian perkotaan (urban farming) untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas KPKP Kota Jakarta Utara Unang Rustanto mengatakan metode penanaman menggunakan cocopeat itu perdana disosialisasikan pada Kamis (12/5).

Penggunaannya pun belum pernah dilakukan di lahan pertanian perkotaan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Walkot Farm, maupun lahan milik penggiat pertanian perkotaan.

"Kami sudah lakukan seremonial dengan tanam serentak menggunakan media tanam cocopeat dengan bibit buah impor kemarin. Berhasil atau tidak, akan kami tunggu hingga berbuah. Jika berhasil berbuah nanti akan dipanen serentak bersama Wali Kota," kata Unang Rustanto saat dikonfirmasi, Jumat.

Baca juga: DKI akan luncurkan aplikasi informasi pangan bersubsidi

Dia menerangkan, penggiat urban farming yang juga diisi pengelola RPTRA diberikan media tanam, nutrisi tanaman, maupun bibit untuk langsung menerapkannya di lahan masing-masing usai mendapatkan materi sosialisasi.

Diharapkan dengan media tanam baru ini dapat menambah semangat penggiat pertanian perkotaan di Jakarta Utara untuk terus menanam berbagai jenis tanaman sekaligus memberikan ilmu baru kepada masyarakat lainnya.

"Para peserta sangat antusias sekali untuk mengetahui cara menggunakan media tanam cocopeat ini. Semoga dengan berbagai jenis buah maupun sayur yang mereka tanam dapat berhasil hingga berbuah," kata Unang.

Pemerintah Kota Jakarta Utara juga mendapat tambahan motivasi berupa 25 jenis bibit timun Jibai Shimoshirazu dan Melon Hales Best untuk ditanam di Walkot Farm.

Ke depan, Walkot Farm juga bisa ditanami jenis buah impor atau langka seperti semangka putih, melon india dan lainnya agar dapat memberikan ilmu dan manfaat kepada semua, sekaligus menambah perekonomian masyarakat.

Baca juga: Jakarta Barat berupaya gelar bazar pangan murah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel