Telusuri Klaster Perumahan di Lowokdoro, Malang Gelar Tes Swab Massal

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Malang langsung melakukan tes swab PCR kepada sembilan warga Lowokdoro, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pascasembilan orang lainnya di perkampungan ini terkonfirmasi positif COVID-19. Tes swab massal dilakukan di Puskesmas Ciptomulyo, Sukun, Kota Malang, Selasa, 25 Mei 2021.

Analisis Laboratorium Puskesmas Ciptomulyo Kota Malang, Sari Handayani mengatakan kesembilan orang ini kategori kontak erat dengan pasien positif di lingkungan mereka. Sebelumnya, sembilan orang ini sudah menjalani tes swab tahap awal. Swab kedua untuk lebih memastikan.

"Ini adalah hari kedua warga harus menjalani swab test. Setelah kemarin, kesembilan warga ini juga harus menjalani swab test lagi," kata Sari, Selasa, 25 Mei 2021.

Sari mengatakan, meski sudah melakukan testing pada sembilan warga ini, proses tracing di lingkungan tetap mereka lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan ada tambahan kasus COVID-19. Untuk hasil testing pada sembilan orang ini akan keluar pada tiga hari ke depan.

"Hasil dari swab PCR bisa dilihat dalam tempo dua sampai tiga hari ke depan. Semisal nanti ada kasus baru lagi. Akan kami lakukan testing (swab) lagi," ujar Sari.

Sari mengatakan, alasan tes swab PCR dilakukan dua kali karena dalam prosedurnya jika tes swab dilakukan untuk rombongan maka harus dilakukan sebanyak dua kali, untuk menghindari hasil abu-abu yang keluar berdasarkan swab test PCR.

"Kalau swab-nya dalam satu rombongan ini tidak bisa langsung dikeluarkan. Jadi harus menunggu dua sampai tiga hari. Hal itu bisa terjadi karena ada hasil swab yang abu-abu, dalam artian tidak negatif dan positif. Jadi harus dicermati kembali sebelum diumumkan," tutur Sari.

Sementara itu, sembilan warga yang dinyatakan positif COVID-19 di Lowokdoro, dua orang meninggal dunia pada 14 Mei dan 20 Mei 2021. BPBD langsung melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di lokasi. Sedangkan, Dinkes melakukan testing dengan tes swab PCR massal.

"Saat ini ada tiga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Sisanya ada yang masih dirawat di rumah sakit dan ada yang menjalani isolasi mandiri di safe house (Jalan Kawi)," kata Sari.