Tembak Istri dengan Senapan Angin, Pria di Empat Lawang Tewas di Tangan Anak Tiri

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria di Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel), HR (40), tewas dibunuh anak tirinya MK (14). Dia dikeroyok setelah menembak sang istri dengan senapan angin.

Sang istri RA (40) dan dan keponakannya AS (15) juga terlibat pembunuhan itu. Mereka turut menguburkan korban di perkebunan karet.

Pembunuhan itu terungkap setelah salah seorang pelaku menyerahkan diri ke polisi. Dia menginformasikan mayat korban dikubur seadanya di kebun karet di Desa Bandar Agung, Kecamatan Pendopo, Empat Lawang.

Pembunuhan berawal saat korban meminta istrinya membelikan susu dan soda cair karena merasa tak enak badan saat menginap di pondok kebun karet, Kamis (7/7) malam. Meski permintaannya sudah dipenuhi, korban malah memarahi istrinya dan mengancam menembaknya.

Beberapa jam kemudian, korban membangunkan istrinya sambil marah-marah lalu keluar pondok. RA lantas menyusul dan bertemu di depan.

Korban Ditusuk

Tanpa sebab, korban menembak istrinya menggunakan senapan angin yang mengenai kepalanya. RA berteriak kesakitan yang membuat MK dan AS datang ke lokasi.

Kaget melihat ibunya terluka, MK menusuk korban berkali-kali hingga tewas di tempat.

MK membawa ibunya ke puskesmas untuk berobat, sementara AS menunggu mayat korban. Sekembalinya, ketiga pelaku menguburkan korban tak jauh dari pondokan. Mereka kembali beraktivitas seperti biasa pagi harinya.

Tak Terima Ibunya Ditembak

Kasatreskrim Polres Empat Lawang AKP Tohirin mengungkapkan, tersangka AS menemui keluarganya di Bengkulu dan menceritakan kejadian itu. Alhasil, dia menyerahkan diri ke polisi dan selanjutnya penangkapan dua tersangka lagi setelah penggalian kuburan korban.

"Terungkap setelah salah satu tersangka menyerahkan diri, kemarin kuburannya dibongkar dan tadi malam dua tersangka lain diamankan," ungkap Tohirin, Senin (11/7).

Eksekutor pembunuhan adalah MK yang tak terima ibunya ditembak, sedangkan dua tersangka lain turut menguburkan mayat korban. "Diawali korban menembak istrinya gara-gara susu dan soda cair. Anak tirinya tak terima dan akhirnya ditusuk," ujarnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara dan separuh hukuman bagi tersangka berumur di bawah umur. Barang bukti disita sebilah senjata tajam dan beberapa helai pakaian korban. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel