Tembak Mati Tukang Ojek di Papua, TNI Bongkar Siasat Jahat OPM

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kelompok kriminal bersenjata yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dikabarkan kembali berulah di Papua. Kali ini, mereka menembak mati seorang warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA Militer, insiden penembakan terhadap warga sipil itu terjadi pada Rabu, 14 April 2021 sekitar pukul 13.20 WIT.

Korban tewas bernama Udin dengan dua tembakan. Satu tembakan mengenai dada bagian kanan tembus ke punggung belakang. Dan satu peluru lagi mengenai pipi korban. Udin pun seketika terjatuh dari sepeda motornya dan tewas di lokasi kejadian.

Biadabnya, pelaku penembakan langsung melarikan diri usai mengeksekusi warga sipil yang saat itu tengah mengendari sepeda motornya tersebut. Masih belum diketahui secara pasti apa motif pelaku menargetkan warga sipil di Kabupaten Puncak, Papua itu.

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa saat dikonfirmasi membenarkan kejadian penembakan kelompok OPM terhadap warga sipil tersebut.

"Ya beginilah kebiadaban Front Bersenjata OPM ini, selalu melakukan aksi teror kepada warga masyarakat. Setelah membunuh guru, membakar sekolah dan helikopter, sekarang mereka membunuh warga pendatang," kata Kolonel Czi IGN Suriastawa.

Kapen Kogabwilhan III menegaskan, TNI bersama Polri telah mengambil langkah-langkah yang terukur atas rangkaian kejadian ini. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada atas perkembangan ini dan tidak mudah terhasut oleh provokasi dan berita bohong yang selalu disebar melalui media sosial.

Karena biasanya, lanjut Kapen Kogabwilhan III, usai melakukan pembunuhan terhadap warga sipil di Papua, kelompok bersenjata OPM itu selalu memainkan black propaganda untuk menyudutkan aparat TNI dan Polri yang bertugas di Papua.

Menurut Kolonel Czi IGN Suriastawa, aksi pemberontak OPM itu nantinya akan didukung oleh front politik dan klandestin di media, dengan tuduhan bahwa si-korban adalah mata-mata aparat.

"Begitulah kerjasama tiga front mereka ini. Di media mereka memanfaatkan influencer yang pengikutnya banyak, didukung oleh media pro mereka," katanya.

Sebagaimana diketahui, teror terhadap warga sipil bukan baru kali ini saja terjadi di Kabupaten Puncak, Papua. Beberapa hari lalu, kelompok bersenjata OPM diketahui juga telah menembak mati seorang guru Sekolah Dasar yang bernama Oktovianus Rayo. Tidak hanya menembak mati seorang guru, mereka juga dengan biadab membakar sekolahan demi meneror penduduk setempat.

Baca: Penyebab Pasukan TNI Kopassus Ditakuti Tentara Asing Terbongkar