Tembok Benteng Keraton Kartasura Dijebol, Polisi Periksa Dua Saksi

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus perobohan tembok benteng Keraton Kartasura di ditangani Polres Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebanyak 2 orang telah diperiksa, yakni sopir escavator dan pemilik lahan situs bersejarah tersebut.

"Ada 2 orang yang kami mintai keterangan, karena diduga keras ada perbuatan melawan hukum terkait UU Cagar Budaya," ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat meninjau lokasi, Sabtu (23/4).

Kendati demikian pihaknya belum menentukan adanya tersangka. Menurut Wahyu, penyelidikan akan dilakukan oleh Tim Penyidik Pegawa Negeri Sipil (PPNS) sementara polisi akan membackup penyelidikan tersebut.

"Untuk penentuan tersangka akan ditentukan oleh PPNS BCBB. Kami akan memback up, koordinasi dan supervisi," katanya.

Sementara itu, tim dari PPNS BBCB Jateng masih mekukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menentukan apakah perusakan tersebut masuk dalam hukum tindak pidana atau tidak.

"Ini kita masih mengumpulkan data, nanti setelah pengumpulan data baru kami akam tentukan," jelas tim penyelidikan PPNS BBCB Harun Arosyid.

Sesuai dengan Undang-Undang no 11 tahun 2020 pasal 105 Juncto pasal 66 ayat 1, pelaku pengerusakan akan mendapat ancaman hukuman pinada penjara minimal 1 tahun maksimal 15 tahun atau denda Rp500 juta hingga Rp5 Miliar.

"Terkait dengan kepemilikan kami belum mendalami apakah ada penyelewengan atau tidak. Kami saat ini lebih mendalami perusakan," jelas dia.

Menurut Harun, PPNS hingga saat ini belum melakukan verifikasi karena masih dalam tahap pengumpulan data.

"Ini masih terlalu dini untuk mentukan pelapor," pungkas dia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel