Tembus Bima, Pasukan Lebah Hitam TNI Gerak Cepat Bangun Jembatan

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasukan militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat berhasil menembus wilayah Bolo, Desa Rade, yang terisolir akibat diterjang banjir bandang Nusa Tenggara.

Prajurit TNI yang menembus wilayah itu adalah pasukan Satuan Tugas Zeni TNI AD dari Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikom) 13/Karya Etmaka.

Berdasarkan siaran resmi yang diterima VIVA Militer dari Dinas Penerangan TNI AD, Sabtu 10 April 2021, pasukan batalyon berlambang lebah hitam itu berhasil menjangkau wilayah itu hanya dalam waktu beberapa jam saja usai mendarat di Bima.

Target serbuan pasukan Yonzikon 13/KE di wilayah Rade ialah memulihkan kembali jalur transportasi yang putus akibat terjangan bandang.

Setiba di Rade, dengan cepat prajurit TNI bergerak membangun kembali jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 5 meter yang hancur.

Pembangunan dimulai dari pengerjaan pondasi jembatan untuk bentangan di atas aliran sungai.

Sementara, Komandan Komando Resor Militer (Korem) 162/WB, Brigadir Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani tak tinggal diam, beliau juga bergerak cepat menuju lokasi jembatan.

Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan masyarakat digerakkan bahu membahu dengan prajurit Yonzikon 13/KE untuk mempercepat pembangunan jembatan.

"Ini bentuk respons dan kepedulian TNI AD untuk membantu masyarakat agar dapat beraktivitas kembali dan akses transportasi melalui jembatan ini dapat kembali normal," kata Danrem Brigjen TNI Ahmad Rizal.

Diperkirakan, rekonstruksi jembatan di Rade akan selesai dalam waktu dua pekan agar bisa segera dapat digunakan masyarakat.

Di lokasi ini Satgas Zeni TNI AD dari Yonzikon 13/Karya Etmaka mengerahkan 51 personel yang dipimpin langsung oleh Danyonzikon 13/KE Letkol Czi Alid Setiawan.

Dan menurut Letkol Czi Alid Setiawan, pasukannya akan mengerjakan pembangunan jembatan ini siang dan malam.

"Kami akan mengerjakan pembangunan jembatan di tiga lokasi, pada tahap awal ini, kami fokuskan mengerjakan jembatan di Desa Rade, " ujar Letkol Alid Setiawan.

Personel Satgas Zeni TNI AD ini akan dibentuk dalam dua tim, yang akan mengerjakan rekonstruksi jembatan di wilayah Desa Campa.

"Selain di Desa Rade ini, tim akan kami kerahkan juga di Desa Campa agar proses pembangunan jembatan di beberapa lokasi dapat kami selesaikan secepatnya, agar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera beraktivitas normal kembali, " kata Letkol Alid

Pada kesempatan tersebut, Camat Madapangga M. Saleh menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan respons cepat TNI Angkatan Darat dalam memberikan bantuan rekonstruksi jembatan yang merupakan akses satu-satunya bagi warga beberapa desa di kecamatannya.

"Kami sangat bersyukur bahwa hanya dalam hitungan hari sejak banjir bandang memutus jembatan ini, TNI Angkatan Darat bergerak cepat mengirimkan bantuan pembangunan kembali jembatan yang putus ini, " ujar Camat.

Disampaikannya, warga akan membantu dan mendukung sepenuhnya upaya TNI AD untuk percepatan pembangunan kembali jembatan agar aktivitas perekonomian dapat kembali normal.