Tembus final, pelatih basket Sulut kini berani targetkan medali emas

·Bacaan 2 menit

Pelatih bola basket putra Sulawesi Utara Roland Lengkong kini berani menargetkan medali emas setelah anak asuhnya menembus babak final PON XX Papua usai menundukkan Jawa Tengah 65-57 di semifinal, Kamis.

"Memang target awal kami hanya juara pool, setelah itu baru berpikir ke babak selanjutnya. Namun, sekarang kami sudah di final, mau tidak mau kami harus mengincar juara," ujar Roland usai pertandingan di Mimika Sport Complex, Mimika.

Pada partai final yang berlangsung Sabtu (9/10), Sulut akan menghadapi DKI Jakarta. Sementara medali perunggu akan diperebutkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: Tim basket putra Sulut capai final pertamanya sepanjang sejarah

Roland terlihat begitu emosional dalam sesi temu media lantaran keberhasilan skuadnya ke partai puncak PON Papua menjadi yang pertama sepanjang sejarah.

Ditambah lagi, pencapaian itu tidak diraih dengan tidak mudah. Pada babak semifinal, mereka sempat tertinggal angka di tiga kuarter dari Jawa Tengah dengan skor masing-masing 8-21, 22-30 dan 39-48.

Sulawesi Utara baru bangkit pada kuarter keempat. Mereka dengan luar biasa mengejar ketinggalan dan menutup laga dengan kemenangan 65-57.

Saking tingginya intensitas kuarter keempat, Roland bahkan mengaku sempat putus asa. Dia menyerahkan tugas untuk memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada sang asisten pelatih, sementara dia duduk di samping kursi cadangan pemain.

"Saya memang sedikit putus asa tadi. Seperti tidak mau harus berbuat apa. Namun, menjelang kuarter empat, kami memotivasi pemain. 'Ayo, kapan lagi kita bersama-sama ikut PON? Kapan lagi Sulut mau berprestasi? Kita buktikan bahwa kita bisa berhasil di PON!," kata Roland kepada anak asuhnya.

Baca juga: Basket putra DKI injak final pertama setelah 13 tahun pada PON Papua

Selain itu, faktor lain yang mendongkrak semangat Sulut adalah dukungan dari para penonton. Mereka merupakan orang-orang Sulut yang tinggal di Mimika.

Bukan cuma di lapangan, Roland menyebut bahwa para penonton itu sudah memberikan sokongan sejak mereka tiba di Mimika.

"Mereka dari awal menjemput kami di bandara hingga saat ini rela membuatkan makanan untuk kami," tutur Roland.

Sementara pemain Sulawesi Utara Andrew Lensun mengaku tidak menyangka timnya dapat melangkah sampai final di PON Papua.

Kunci kemenangan di semifinal, menurut Andrew, adalah tampil konsisten.

"Kami menyerang terus-menerus dan percaya, yakin satu sama lain. Suporter juga memberikan kami dukungan yang sangat membantu kami," kata Andrew.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel