Tempat Berburu Kain Tenun di Bukittinggi (1)

TEMPO.CO , Bukittinggi:Bagi pecinta kain-kain tradisional buatan tangan seperti kain tenun dan kain dengan hiasan bordir, jangan lupa ke Bukittinggi. Ada berbagai songket yang ditenun dari helai demi helai benang yang layak dikoleksi. Begitu juga kain-kain dengan hiasan bordir cantik yang siap dijadikan gaun atau kebaya.

Di Bukittinggi tempat untuk mencari kain songket atau bordir ini biasanya di Pasar Atas di depan Jam Gadang. Namun, bagi sebagian orang tempat ini terlalu melelahkan untuk berdebat menawar harga dengan pedagang. Apalagi harga yang dipatok juga kadang-kadang terlalu tinggi yang membuat pembeli keder duluan.

Lebih baik membeli kain tenun atau kain bordir di tempat pembuatannya. Meski agak jauh dari Bukittinggi, dengan menggunakan mobil sewaan, di tempat pembuatannya ini belanja menjadi lebih memuaskan. Di samping banyak pilihan, juga dapat langsung melihat proses pembuatannya.

Untuk harga, juga biasanya tidak perlu tawar-menawar lagi. Harga akan sesuai dengan kualitas barang. Berikut beberapa tempat pilihan berburu kain.

Rumah Tenun Pusako di Pandaisikek

Di sini tempat membeli songket atau kain tenun Pandaisikek. Nagari Pandaisikek berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Bukittinggi bila perjalanan dari Padang. Letak kampung tenun ini di kaki Gunung Singgalang. Selain membeli, Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan tenunan yang masih menggunakan alat tenun tradisional dan usaha ini dilakukan di rumah-rumah.

Di sini puluhan rumah tenunan songket menjual songket buatan tangan itu. Satu di antaranya adalah Rumah Tenun Pusako yang berbentuk rumah gadang milik Hajah Sanuar. Ibu Sanuar adalah orang yang menghidupkan kembali tenun di Pandaisikek setelah terhenti lama karena perang dengan Jepang dan zaman pergolakan.

Tenunan Pandai Sikek sangat indah dengan beragam motif dan warna. Warna songket tak jarang mengikuti trend mode seperti merah menyala, biru, krem, dan kecokelatan. Harga songket mulai Rp1,5 juta sampai Rp10 juta per set, terdiri dari kain songket dan selendang.

Harga lebih ditentukan kerumitan pengerjaan motif yang banyak menggali motif lama serta tergantung pada kain.

Menurut Adyan Anwar, pemilik usaha songket Rumah Tenun Pusako, songket paling mahal terbuat dari sutra asli dengan motif kuno Minangkabau, pengerjaannya lebih rumit karena di atas kain sutra, tapi lebih ringan dikenakan.

Rumah Tenun Pusako

Pandai Sikek, Padang Panjang, Sumatra Barat

Telp: 0752-498193

FEBRIANTI

Berita lain:

Ini Dia Penumpang Idaman Para Pramugari

Perayaan Sekaten Yogyakarta Ditata Lebih Nyaman

Ada Festival Musik Internasional di Sawah Lunto

Keindahan Raja Ampat Memikat Produser Hollywood

Jateng dan NTB Didorong Jadi Tujuan Wisata Baru

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.