Tempat Berburu Kain Tenun di Bukittinggi (3)

TEMPO.CO , Bukittinggi: Bagi pecinta kain-kain tradisional buatan tangan seperti kain tenun dan kain dengan hiasan bordir, jangan lupa ke Bukittinggi. Ada berbagai songket yang ditenun dari helai demi helai benang yang layak dikoleksi. Begitu juga kain-kain dengan hiasan bordir cantik yang siap dijadikan gaun atau kebaya.

Di Bukittinggi tempat untuk mencari kain songket atau bordir ini biasanya di Pasar Atas di depan Jam Gadang. Namun, bagi sebagian orang tempat ini terlalu melelahkan untuk berdebat menawar harga dengan pedagang. Apalagi harga yang dipatok juga kadang-kadang terlalu tinggi yang membuat pembeli keder duluan.

Lebih baik membeli kain tenun atau kain bordir di tempat pembuatannya. Meski agak jauh dari Bukittinggi, dengan menggunakan mobil sewaan, di tempat pembuatannya ini belanja menjadi lebih memuaskan. Di samping banyak pilihan, juga dapat langsung melihat proses pembuatannya.

Untuk harga, juga biasanya tidak perlu tawar-menawar lagi. Harga akan sesuai dengan kualitas barang. Berikut beberapa tempat pilihan berburu kain.

Studio Songket Erika Riyanti

Tempatnya di Ampek Angkek, sekitar 4 km dari Bukittinggi. Studio Erika Riyanti berdiri sejak 2005 dan tidak terlepas dari Bernhard Bart, arsitek asal Swiss yang kini menetap tinggal di ranah Minang bersama istrinya Erika Dublerl.

Keduanya tinggal di Studio Erika Riyanti, ikut mengelola studio songket. Bernhard Bart berhasil menciptakan sistem baru dalam menenun songket yang hasilnya bisa memudahkan membuat songket tenun dengan motif kuno yang indah dan rumit.

Studio Songket Erika ini berhasil menghadirkan kembali motif-motif lama songket Minangkabau yang tidak pernah dibuat lagi karena pengerjaannya yang sangat rumit.

Selain membuat kain replika dari songket kuno, Studio Songket ErikaRianti juga berhasil memindahkan motif dari ukir Rumah Gadang ke songket, di antaranya motif Salimpat jo Pucuak Rabuang, Saik Ajik Babungo, Swastika, dan Siriah Gadang.

Menurut Direktur Studio Songket Erika Riyanti, Nanda Wirawan, Studio Songket Erika sudah menghasilkan 185 lembar songket, 125 di antaranya adalah replika dari songket-songket kuno, dan 60 lembar kain songket lainnya merupakan hasil eksplorasi motif yang diambil dari motif ukiran rumah gadang bahkan dari pahatan pada arca Bhairawa.

Harga selembar kain songket ini berkisar Rp10-16 juta. Songket yang paling mahal adalah motif Kapalo Harimau yang dijual Rp20 juta-an. Mahal karena rumitnya pengerjaannya. Songket di Studio Erika Riyanti ini biasanya dibeli kolektor kain.

Studio Songket Erika Riyanti

Kompleks SMKN 1 Ampek Angkek

Jalan Raya Panca, Batu Taba

Ampek Angkek, Agam

Telp:0752-783452

Silakan berbelanja kain ke Bukittinggi. Selain berbelanja, juga sambil menikmati keindahan nagari di pedalaman Ranah Minang.

FEBRIANTI

Berita lain:

Ini Dia Penumpang Idaman Para Pramugari

Perayaan Sekaten Yogyakarta Ditata Lebih Nyaman

Ada Festival Musik Internasional di Sawah Lunto

Keindahan Raja Ampat Memikat Produser Hollywood

Jateng dan NTB Didorong Jadi Tujuan Wisata Baru

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.