Tempat Hiburan Siap Beroperasi, DPRD Surabaya: Sekolah Tatap Muka Juga Bisa Segera Dimulai

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Anggota DPRD Surabaya asal fraksi PKS Cahyo Siswo Utomo menyambut positif upaya pemulihan ekonomi yang diinisiasi wali kota Surabaya Eri Cahyadi yang menginzinkan tempat hiburan beroperasi.

"Kami mengapresiasi baik karena ekonomi juga berjalan, artinya kesejahteraan masyarakat pun sedikit banyak akan terkoneksi dengan itu," ungkapnya dikutip Times Indonesia, Rabu (17/3/2021).

Namun, pihaknya memberi catatan agar sekolah juga dapat segera dimulai tatap muka. Mengingat pentingnya pendidikan sebagai kebutuhan dasar manusia.

"Pendidikan itu adalah masa depan. Kita ini enggak selamanya muda. Nanti kita tua yang memimpin kan anak-anak kita. Maka pendidikan yang mencerdaskan anak bangsa merupakan bagian misi kita di sini," jelasnya.

Menurut Cahyo, ketika industri hiburan umun dapat dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, maka sekolah seharusnya juga dapat melakukan hal serupa.

"Logika saya kan pasti 'peserta RHU' yang masuk dipastikan negatif covid. Ini seharusnya pemerintah kota juga bisa mendorong hal yang sama agar peserta didik kita juga belajar offline," ucapnya.

Siswo yang juga anggota komisi D DPRD Surabaya bidang kesehatan dan kesejahteraan rakyat ini menjelaskan efektivitas belajar secara online yang dirasa kurang maksimal.

"Emang sekolah sebaik apapun, yang namanya sekolah online gitu ya nggak akan efektif. Tidak mungkin bisa mengalahkan efektivitas sekolah offline," katanya.

Cahyo juga mencontohkan bagaimana pentingnya pembelajaran secara tatap muka untuk kepentingan motorik anak-anak usia TK hingga SD.

"Belajar kinestetik Itulah kenapa kita tahu anak TK-SD itu susah dibilangin untuk diam, karena mereka masih tinggi masa-masanya untuk bergerak. Ketika online ini tidak tersalurkan dan pasti mereka bosan," paparnya.

Bergilir

Maka dari itu, agar pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Cahyo memberikan solusi adanya penjadwalan masuk secara bergilir.

"Tetap ada usaha penerapan prokes untuk memberlakukan offline, dengan dibatasi jumlah murid dalam kelasnya itu. Jadi separuh hari ini yang offline kelas A, B, dan C. Kelas D, E, dan F tetap online. Giliran ini bisa satu pekan sekali," terangnya.

Pemberlakuan belajar secara tatap muka ini juga penting, lanjut Cahyo, untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi antara siswa dengan teman serta gurunya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: