Tempat Kerumunan, Lapak PKL di Masjid Attaawun Puncak Dibongkar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wisatawan yang biasa menikmati sekoteng, teh atau kopi jika berkunjung ke Masjid Attaawun Puncak Bogor, kali ini harus gigit jari. Sebab hari ini, sebanyak 61 warung Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area halaman parkir masjid tersebut, dibongkar

Sekertaris Dinas Satpol PP Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana mengatakan, pembongkaran tersebut dilakukan karena lokasi ini selalu ramai pengunjung di setiap malam. Sehingga pembongkaran ini bertujuan agar tidak menimbulkan klaster COVID-19 yang saat ini sedang melonjak.

"Kami dalam rangka masih PPKM Mikro saat ini bahwa kenapa di Masjid Attaawun ini dilakukan pembokaran. Saat ini pemkab menerapkan PPKM Mikro sehingga di sini menjadi salah satu klaster setiap malam jumat, malam minggu, dan malam-malam yang lain di sini sangat penuh. Di sini banyak yang nongkrong banyak yang makan di tempat ini sehingga khawatir menjadi menimbukkan klaster yang baru," jelas Iman di lokasi pembongkaran, Selasa 22 Juni 2021.

Baca juga: Bareskrim Ungkap Fakta Pemalsuan Paspor Buron Kakap Adelin Lis

Iman mengatakan, pembongkaran ini juga bertujuan untuk mengembalikan kepada fungsi semula. Sehingga nanti kapasitas parkir di sini menjadi lebih luas bagi masyarakat yang akan melakukan ibadah di Masjid Atta'wun.

"Kita kembalikan kepada marwahnya bahwa tempat ini adalah tempat parkir. Di mana tempat parkir ini adalah untuk bagi mereka yang akan ibadah. Sehingga warung-warung yang ada di sini PKL-PKL yang ada di sini kita tertibkan dan kita Bongkar. Mereka yang beribadah akan lebih nyaman parkir di dalam masjid," jelas Iman.

Iman mengatakan ada 61 bangunan warung yang dibongkar. Proses pembongkaran tempat tersebut, melibatkan TNI, Polri, DKM Masjid Attaawun, serta masyarakat.

"PKL di sini sekitar 61 kita selesaikan hari ini, dan alhamdulillah bersyukur kepada Allah masyarakat di sini menyadari ya. Jadi para PKL di sini, kami di dampingi oleh ketua DKM Masjid Attaawun didampingi masyarakat, TNI Polri. Semua masyarakat antusias menyadari tentang kesalahan apa yang mereka lakukan di tempat ini. Sehingga saya minta kepada masyarakat ke depannya akan lebih nyaman ya," paparnya.

Iman mengatakan saat ini Pemkab Bogor tengah mempersiapkan solusi bagi para PKL yang lapaknya dibongkar. Namun untuk sementara, pedagang diminta untuk di rumah karena kondisi masih COVID-19 sebelum pemerintah menyiapkan tempat kembali untuk berjualan.

"Tetapi kami juga menyiapkan mereka tempat untuk berjualan. Kita sedang memikirkan pemerintah daerah apakah akan direlokasi atau seperti apa karena masyarakat masih membutuhkan seperti apa cari nafkahnya kembali. Namun kami menyarankan untuk saat ini karena masih COVID-19 mereka untuk berdiam diri dulu lah ya, nanti masyarakat mungkin bisa ditempatkan di tempat yang lain untuk berjualan," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel