Tempat Penampungan Sampah di Hotel Jemaah Haji Terbakar, Diduga dari Puntung Rokok

Merdeka.com - Merdeka.com - Tempat penampungan sampah di Hotel Makarem Diyafah Al Bait, salah satu tempat tinggal jamaah haji asal Indonesia di Kota Mekkah, Arab Saudi, terbakar sehingga menimbulkan kepulan asap.

Kebakaran tempat penampungan sampah di lingkungan hotel nomor 509 di area Misfalah yang ditempati oleh jemaah asal Jawa Barat dari daerah Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) itu terjadi pada Sabtu pukul 07.45 waktu Arab Saudi (WAS).

"Asap bersumber dari tempat sampah yang terbakar karena ada puntung rokok yang belum dimatikan saat dibuang," kata Kepala Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Daerah Kerja Mekkah Mukhammad Khanif di Mekkah dilansir Antara, Sabtu. (2/7).

Khanif memastikan yang terbakar hanya tempat pembuangan sampah, bukan bagian dari bangunan hotel yang ditempati oleh jemaah haji Indonesia.

"Sudah dipadamkan (apinya) dan jemaah sudah beraktivitas sebagaimana biasa," kata Khanif.

Dia mengimbau anggota jamaah haji Indonesia tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan sisa api pada puntung rokok sudah mati sebelum menaruhnya ke tempat sampah.

"Jemaah yang merokok agar membuang sisa rokoknya di tempat sampah yang disediakan. Jangan lupa, pastikan bahwa puntung rokok itu sudah dimatikan," katanya.

Khanif mengimbau jemaah Indonesia ikut menjaga kebersihan lingkungan di sekitar hotel tempat mereka menginap selama berada di Tanah Suci.

"Segala potensi yang bisa memantik nyala api harus diminimalisir, termasuk puntung rokok," katanya.

Khanif juga meminta para petugas sektor tidak bosan mengingatkan jamaah untuk menaruh puntung rokok di tempat yang disediakan dan memastikan sisa api pada puntung rokok sudah mati guna meminimalkan risiko kebakaran.

"Bisa saja puntung rokok yang masih menyala membakar kertas atau sampah lainnya. Ini bisa membesar dan memunculkan asap," katanya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel