Tempat Rekreasi Baru di Tengah Kota Bogor, Anak Basket Bakal Betah Berlama-lama

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Bogor - Masih jarang tempat rekreasi yang mengusung basket sebagai tema utama di Indonesia. The Bucketlist, yang diinisiasi sang pendiri, Helmi Yusman Santoso, muncul untuk mengisi kekosongan itu. Ia mengadopsi konsep one stop entertainment di tempat seluas empat ribu meter persegi yang mulai dibuka pada Desember 2020 lalu.

"Saya hobi nonton (pertandingan basket) dan koleksi. Tempat ini menjadi salah satu impian saya. Makanya dinamain bucketlist yang artinya daftar impian," ujar Helmi di sela menerima kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno di Bogor, Minggu, 23 Mei 2021.

The Bucketlist berlokasi di Tanah Baru, Kota Bogor. Sederet fasilitas disediakan untuk memuaskan dahaga para pecinta basket. Kalau pun yang datang tak terlalu suka atau mengerti basket, mereka tetap bisa menikmatinya. Pasalnya, tempat itu dihiasi beragam mural artistik yang menarik sebagai latar foto.

International Hall, salah satu area di The Bucketlist Gallery. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)
International Hall, salah satu area di The Bucketlist Gallery. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

"Sebelumnya di sini itu bengkel, lalu kita renovasi jadi bangunan empat lantai," kata Helmi.

Lantai dasar bangunan utama diperuntukkan sebagai area parkir dan restoran bernama The Bucketlist Kitchen. Areanya terbagi dua, yakni luar dan dalam ruang. Menu yang dihadirkan kebanyakan makanan fusion. Masih di lantai dasar, tapi terpisah dari bangunan utama, berdiri toko peralatan basket. Menurut Helmi, pihaknya bermitra dengan UMKM lokal untuk memasok stok di toko itu.

Beranjak ke lantai dua, pengunjung bisa menemukan lapangan basket berstandar FIBA dengan tribun berkapasitas penonton maksimal 300 orang. Lapangan basket tersebut terlihat makin menarik, lantaran dinding atasnya dihiasi mural bertema para pemain NBA legendaris. Banyak bukaan di lantai tersebut yang membuat pencahayaannya maksimal di siang hari.

Saat Liputan6.com datang pagi hari, lapangan tersebut dipenuhi anak-anak yang berlatih basket. "Di sini memang ada (Bogorians Basketball) akademinya," sambungnya. Selain itu, juga tersedia lapangan basket kecil untuk tanding one on one di sampingnya. Pengunjung yang hadir wajib mereservasi lebih dulu agar kebagian slot bermain.

Sementara lantai tiga dan empat difungsikan sebagai galeri yang merupakan fitur terbaru dari The Bucketlist. Koleksi yang dipajang berkaitan dengan para pemain basket dalam dan luar negeri, khususnya para pemain NBA. Menurut Helmi, galeri tersebut dihadirkan sebagai wujud apresiasinya atas prestasi para pebasket.

"Saya enggak ada kemampuan finansial (untuk sponsori klub basket). Saya pikir mau kontribusi, tapi lebih ke arah apresiasi," jelasnya.

Museum Basket Terlengkap se-Asia Tenggara?

Deretan koleksi Air Jordan yang dipamerkan di Michael Jordan Hall The Bucketlist Bogor. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)
Deretan koleksi Air Jordan yang dipamerkan di Michael Jordan Hall The Bucketlist Bogor. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

The Bucketlist Gallery diresmikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, pada Minggu, 23 Mei 2021. Galeri itu menempati ruang seluas seribu meter persegi yang terbagi dalam beberapa ruang pameran.

Di lantai tiga terdapat International Hall yang memamerkan beragam memorabilia bersejarah dari para pebasket, lengkap dengan penjelasan singkatnya. Ada pula Locker Room yang merupakan media tribute untuk pebasket legendaris. Saat dikunjungi pekan lalu, Locker Room sedang memberi penghormatan pada LeBron James yang perjalanan kariernya menginspirasi banyak orang.

Sementara, lantai empat memuat National Hall yang memajang memorabilia pebasket profesional dalam negeri. Properti dari beberapa pebasket nasional terkenal dipajang di ruang tersebut. Area lainnya adalah Michael Jordan Playground dan Michael Jordan Hall yang merupakan tribute bagi sosok pebasket fenomenal sepanjang sejarah. Di dalamnya juga dipajang koleksi Air Jordan dari masa ke masa yang bikin pengunjung terkesima.

"Yang dipajang itu masih sekitar 10--15 persen dari koleksi saya. Tiga bulan sekali diganti, dirotasi. Kalau enggak, yang datang bosen dong, itu lagi, itu lagi yang dilihat," jelas Helmi.

National Hall di The Bucketlist Gallery, Bogor. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)
National Hall di The Bucketlist Gallery, Bogor. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Keberadaan galeri tersebut diapresiasi Menparekraf, lantaran koleksinya terbilang lengkap. Ia bahkan menyebutnya sebagai salah satu yang terlengkap se-Asia Tenggara. Di samping, The Bucketlist bisa menghadirkan tiga unsur sekaligus di satu tempat. "Wisatanya dapat, olahraga basketnya dapat, edukasinya juga dapat," ucapnya.

Namun, ia menitipkan pesan agar penerapan protokol kesehatan ditegakkan di tempat itu. Begitu pula dengan sertifikasi CHSE yang jadi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pengunjung di masa kini, Sandi meminta agar diselesaikan pada tahun ini.

"Bahwa destinasi wisata akan jalan kalau dikerjakan oleh orang yang sangat passionate. Di sini ada Pak Helmi yang berangkat dari semangatnya untuk hadirkan destinasi wisata terbaik berbasis olahraga di Bogor ... Moga-moga The Bucketlist ini bisa dihadirkan di seluruh nusantara," ucapnya.

Ancaman Klaster Covid-19 di Lokasi Wisata

Infografis Ancaman Klaster Covid-19 di Lokasi Wisata. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Ancaman Klaster Covid-19 di Lokasi Wisata. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: