Tempat Tidur Penuh, Pemerintah Tangerang Terapkan Sistem Waiting List

·Bacaan 2 menit

VIVA - Tingkat ketersediaan atau okupansi tempat tidur di berbagai Rumah Sakit (RS) wilayah Kota Tangerang untuk pasien COVID-19 terus mengalami peningkatan.

Salah satunya di RSUD Kota Tangerang, di mana saat ini keterisian tempat tidur di rumah sakit tersebut mencapai 97,38 persen.

"Saat ini, kasus COVID-19 sedang tinggi-tingginya. Sesuai dengan prediksi pengamat kesehatan dua minggu pasca lebaran Idul Fitri lonjakan terus meningkat tajam dan terbukti persentasi tempat tidur di RSUD Kota Tangerang sudah 97,38 persen telah terisi," kata Direktur RSUD Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni, Kamis, 17 Juni 2021.

Ia pun memaparkan grafik penambahan pasien COVID-19 rawat inap di tanggal satu hingga 10 Juni masih diangka 10 hingga 16 pasien per harinya. Namun, lonjakan terus meningkat sejak 10 Juni hingga saat ini, dengan rata-rata 25 hingga 31 pasien baru masuk setiap harinya.

"Memang peningkatan ini diiringi dengan pasien yang sembuh atau keluar. Namun, angka pasien masuk berbanding jauh dengan pasien yang keluar. Sehingga, kepadatan pasien COVID-19 di RSUD Kota Tangerang pun saat ini terjadi. Makanya, sampai diterapkan waiting list (antrean)," ujarnya.

Baca juga: Keterisian Tempat Tidur COVID-19 di Tangerang Capai 65 Persen

Adanya kondisi tersebut, pihaknya pun menambah ketersediaan tempat tidur dua kali. Di mana, normalnya kapasitas tempat tidur RSUD Kota Tangerang itu 104 kasur.

Tapi, mulai 7 Juni dilakukan penambahan tambah 26 kasur. Hingga saat ini pun, total tempatbtidur di RSUD Kota Tangerang untuk pasien COVID-19 sebanyak 156.

Dalam kasus tersebut, pasien kebanyakan mengalami kesulitan bernafas tanpa bantuan oksigen, mulai dari ringan hingga berat dengan saturasi oksigen yang rendah.

"Dalam kondisi ruang isolasi yang penuh, kondisi pasien yang tergolong butuh penanganan khusus. Belum lagi, permintaan dari pasien RIT. Melalui 102 perawat khusus covid-19, empat dokter paru dan lima dokter spesialis dalam, RSUD Kota Tangerang terus berusaha memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin," katanya.

Lanjutnya, kondisi lonjakan kasus COVID-19 saat ini tidak bisa dianggap remeh. Tenaga kesehatan sebagai garda terakhir terus berusaha memberikan yang terbaik. Namun, protokol kesehatan tetaplah garda terdepan dalam pengendalian pandemi COVID-19 ini.

"Ini dalam kondisi yang perlu kita waspadai, patuhi prokes 5M dan PHBS di mana pun kapan pun. Jaga diri kita, keluarga kita, dan lingkungan kita. Sudah tidak bisa egois yang akhirnya merugikan banyak orang, dan itu sudah banyak contohnya," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel