Tempat Wisata Buka di Tengah Larangan Mudik Harus Punya Sertifikat

Tasya Paramitha, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVA – Di tengah larangan mudik Idul Fitri 2021 untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 semakin meluas, pemerintah pusat diketahui mengizinkan tempat wisata tetap buka selama libur lebaran 2021.

Dengan dibukanya tempat wisata selama libur Lebaran 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mewajibkan pengelola tempat wisata yang buka saat libur lebaran mengantongi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Pada liburan Hari Raya Idul Fitri 2021, pemerintah pusat mengeluarkan panduan bahwa pemerintah pusat mengizinkan tempat wisata tetap buka pada libur Lebaran 2021, bila sudah mengantongi sertfikat CHSE,” kata Sandi dalam virtual Weekly Press Briefing, Senin, 3 Mei 2021.

Dijelaskan Sandi lebih lanjut, keputusan dibuka atau tidaknya tempat wisata tetap tergantung pemerintah daerah masing masing dengan melihat jumlah kasus COVID-19.

“Kemenparekraf harus memastikan bahwa tempat wisata harus prokes CHSE,” jelas dia.

Sandiaga Uno menjelaskan bahwa Kemenparekraf secara intensif berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait lainnya untuk melakukan pengawasan tempat wisata untuk menerapkan protokol kesehatan.

Pihaknya tidak segan untuk merekomendasikan penutupan terhadap destinasi yang tidak dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Termasuk sanksi untuk menangguhkan sertifikat Indonesia Care jika sebelumnya destinasi tersebut telah mendapatkan sertifikasi

“Namun dengan kesadaran yang belakangan terus meningkat, kami harapkan tidak ada tempat wisata yang ditutup karena abai terhadap protokol kesehatan. Yang perlu dijalankan adalah ketegasan penerapan peraturan di lapangan. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kedisiplinan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga Uno.