Tempe dan Telur Dadar Racikan Setiono Beri Asa di Tengah Pandemi COVID-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Surabaya - Puluhan warga baik perempuan maupun laki-laki, tua, muda, kecil hingga balita nampak sumringah dan bersemangat menyambut kedatangan seseorang di kawasan Jalan Kedungsari, Surabaya, Jawa Timur.

Setelah menunggu kurang lebih setengah jam atau lebih tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB, datang seorang pemuda menggunakan sepeda motor sambil membawa dirigen berwarna merah yang kurang lebih berukuran 10 liter dan berisi air.

Semenit kemudian, datang sepeda motor beroda tiga yang di dalamnya membawa menu makanan seperti nasi putih, tempe, telur dadar, sayur lodeh berisi usus ayam, kerupuk serta air minum kemasan.

Melihat yang dinanti itu datang, puluhan orang yang berperawakan dan berlogat Tionghoa, Jawa, Madura, hingga warga umat Hindu Bali, bergegas membuat barisan, antre untuk mendapatkan makanan gratis dari Setiono (54) dan sang istri, Maria Ulfa, warga Kampung Malang Kota Surabaya atau pemilik warung makan gratis untuk semua orang.

Yono, panggilan akrab Setiono menuturkan ide awal mendirikan warung makan gratis untuk semua orang ini adalah hanya untuk berbagi kepada sesama manusia. Dengan bermodal kemampuan dan keterbatasan yang ada, dia bersama sangat istri hanya berniat ingin menyenangkan orang.

"Karena saya ini juga pedagang makanan di kantin Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stesia) Surabaya, maka saya dan istri mengambil inisiatif makan gratis ini dandisesuaikan dengan kemampuan serta keterbatasan, hingga akhirnya jadilah menu makanan rumahan ini," tutur dia kepada Liputan6.com, ditulis Selasa (3/11/2020).

Ide Awal

Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Yono mengatakan, sudah dua bulan ini dia bersama istri dan anak-anaknya membuka warung makan gratis untuk semua orang ini.

Dia juga berbagi pekerjaan dengan anak-anak yang lainnya untuk mengurus kerjaan di kantin dan mengerjakan warung makan gratis ini.

"Jadi yang di kantin Stesia dikerjakan oleh anak-anak karena anak saya banyak. Saya, ibu dan anak saya yang lainnya mengurusi warung ini. Jadi dibagi dua, ada yang mengurusi kantin dan mengurusi warung ini. Kalau kantinnya tidak jalan maka jadi sulit, tidak bisa berbagi makanan gratis di warung ini," katanya.

Yono menceritakan, awal membuka warung makan gratis ini dirinya hanya menyediakan 50 porsi makanan gratis untuk semua orang. Kemudian, lanjutnya, menyiapkan 100 porsi makanan gratis.

"100 porsi makanan itu sudah kemampuan saya, kalau lebih dari itu saya tidak mampu lagi dananya," ucapnya.

Yono mengatakan, selanjutnya ada yang meliput usaha warung makan gratis ini sehingga beritanya viral dan banyak orang yang ingin membantu usaha ini. "Setelah banyak bantuan sembako yang datang maka saya tambah jumlah porsinya menjadi 150. Kalau di rupiahkan, 150 porsi makanan itu kurang lebih senilai 600 sampai 700 ribu rupiah per hari," ujarnya.

Operasional Warung

Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Yono yang juga aktif sebagai guru ngaji di kampungnya itu menjelaskan warung makan gratis untuk semua orang ini bukanya setiap pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WIB, setiap hari Senin sampai Jumat (Buka setelah salat Jumat).

Sedangkan Sabtu dan Minggu serta tanggal merah, warung ini libur. Menu yang disajikan juga berbeda setiap harinya.

"Saya berharap berbagi makanan gratis ini bisa berjalan selamanya walaupun pandemi COVID-19 sudah berlalu, usahakan makan gratis ini harus tetap berjalan," ucap Yono.

Respons Masyarakat

Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Sementara itu, Desi Sagita Purnomo, warga Bali beragama Hindu yang kini kerja dan tinggal di kos di Wonorejo, Kota Surabaya ini mengaku setiap siang hari selalu menyempatkan waktu untuk makan di warung makan gratis untuk semua orang.

"Saya ini hanya seorang janda miskin yang tinggal sebatangkara di Surabaya, gaji kerja saya juga dipotong karena pandemi COVID-19, makanya setiap istirahat siang saya memilih makan di warung ini," ucapnya.

Dia menuturkan, apa yang sudah dilakukan oleh Yono sekeluarga ini sangat luar biasa. Desi juga mengaku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, yang jelas hati seorang Yono beserta keluarga ini sungguh sangat mulia.

"Harapannya semoga pak Yono beserta keluarga diberikan kesehatan dan umur panjang serta usahanya sukses selalu," ujarnya.

Ingin Membantu

Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Warung makan gratis untuk semua orang di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Belum berganti hari dan Yono beserta keluarga masih sibuk melayani orang-orang, datang seseorang yang bernama Arief warga Rungkut Medokan Ayu Surabaya. Dia mengaku mitra dari produsen tempe yang berencana ingin membantu usaha warung makan gratis milik Yono.

"Kebetulan saya tadi tanya ke bapak Yono untuk kebutuhan tempenya belum ada yang suplai apa belum. Jadi kami tertarik membantu Pak Yono untuk melancarkan usahanya dalam membantu warga masyarakat Surabaya," katanya.

Arief mengaku diutus oleh pimpinannya untuk datang ke warung makan gratis milim Yono untuk mencari informasi, apakah tempe dari pihaknya bisa untuk support usaha dan niat baik Yono.

"Jadi Saya tanya dulu ke bapak Yono kebutuhan tempenya berapa dan nanti sore akan kita kirim tempenya," ucapnya.

Cicipi Makanan

Menu di warung makan gratis di Surabaya, Jawa Timur (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Menu di warung makan gratis di Surabaya, Jawa Timur (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Setelah antrean sudah mulai sedikit, Liputan6.com bersama Hanif, wartawan Antara ikut antre untuk mencoba mencicipi makanan yang disediakan di warung makan gratis milik Yono sekeluarga.

Saat antre tersebut, sejumlah sembako seperti beras, telur, air minum kemasan datang silih berganti di warung makan gratis ini. Usai mendapatkan satu porsi makanan gratis beserta air minum kemanan, kami berdua segera menyantap nasi sayur lodeh dengan lauk telur dadar dan tempe tersebut.

"Nasi cukup panas, telur dan tempenya cukup gurih, cocok disantap di siang hari," ujar Hanif. Hanif memperkirakan, jika satu porsi makanan dan minuman ini di jual berbayar maka kira-kira harganya bisa sekitar Rp 7.000-Rp 8.000.

Semua orang boleh makan gratis tanpa terkecuali mulai dari pengangguran, miskin, kaya, pekerja kantoran dan ojek online. Semua warga yang lewat kebanyakan pasti mampir makan gratis.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini