Temuan baru beri harapan untuk penyembuhan lupus – dan mungkin juga untuk penyakit autoimun lainnya

Ketika pasien mengalami respons positif yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pengobatan baru, ini cenderung dianggap sebagai “terobosan” bagi ilmu kedokteran. Inilah yang menggambarkan kegembiraan yang timbul dari laporan terkini dari para peneliti di Jerman mengenai pengobatan baru yang radikal untuk penyakit lupus.

Para pasien dalam penelitian ini – lima orang dengan penyakit lupus parah – mengalami remisi setelah menjalankan percobaan pengobatan Chimeric Antigen Receptor (CAR) sel T, yang menggunakan sel yang diubah secara genetik.

Jadi, apa itu lupus, mengapa ini merupakan berita besar, dan apa artinya bagi pasien dan penyakit-penyakit lain?

Lupus dan sistem kekebalan tubuh

Sekitar 5 juta orang di seluruh dunia menderita beberapa jenis lupus yang berbeda. Jenis lupus yang paling umum secara teknis dikenal sebagai Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Meskipun tidak tersebar luas, jenis ini lebih umum daripada multiple sclerosis (MS). Keduanya adalah penyakit “autoimun” yang menyebabkan sistem kekebalan menyerang tubuh pemiliknya, bukan kuman yang seharusnya dilawan.

MS adalah penyakit autoimun yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan saraf, sedangkan lupus dapat mempengaruhi organ manapun di dalam tubuh. Perawatan lupus yang begitu buruk selama ini mengakibatkan banyak orang, termasuk orang-orang dengan keadaan finansial yang sangat baik dan popularitas tinggi – seperti bintang pop dan aktris Selena Gomez – mengalami kegagalan organ yang memaksa mereka untuk melakukan transplantasi ginjal. Banyak faktor telah menghambat penyembuhan bagi orang-orang dengan penyakit ini.