Temuan fosil bayi membantu ilmuwan memahami perkembangan mamalia setelah kepunahan dinosaurus

Enam puluh dua juta tahun yang lalu, seorang ibu melahirkan seorang bayi. Setelah membutuhkan beberapa menit untuk mengatasi rasa terkejut sehabis dilahirkan, bayi itu mulai menjelajahi dunia di sekitarnya. Ia mulai menyusu dari induknya, layaknya naluri alami yang dimiliki oleh semua hewan sejenis mamalia.

Setiap hari bayi ini tumbuh dan mulai memakan tunas dan daun untuk dirinya sendiri setelah satu atau dua bulan. Ia akan segera menjadi mandiri setelahnya, tetapi sayangnya sebuah tragedi menimpanya. Setelah hanya dua setengah bulan, ia mati.

Kisah bayi ini tidak berakhir di situ. 62 juta tahun kemudian, saudara jauhnya (manusia) akan menemukan kerangkanya yang membatu di gurun keras New Mexico, di barat daya Amerika Serikat.

Ia diklasifikasikan sebagai spesies mamalia awal, seekor hewan mirip beruang yang disebut Pantolambda bathmodon. Spesies ini termasuk kelompok Pantodonta yang punah pada era Eosen sekitar 10 juta tahun lalu setelah fosil bayi ini lahir. Akibatnya, kelompok Pantodonta tidak meninggalkan keturunan yang masih hidup.

Bersama tim ilmuwan internasional, saya menggunakan tulang dan gigi fosil ini untuk mengungkap kehidupannya dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hasil dari penelitian ini dapat membantu menjelaskan bagaimana mamalia seperti Pantolambda mengambil alih dunia setelah dinosaurus punah 66 juta tahun yang lalu.

Jejak sejarah

Kerangka menceritakan kisah kehidupan makhluk hidup. Terperangkap di dalam mineral padat pada gigi, garis-garis kecil menandakan setiap hari pertumbuhan gigi Anda, yang terus tumbuh ke dalam sepanjang sebagian besar kehidupan.

Kimia mereka mengungkapkan pola makan Anda. Unsur penyusun dari diet Anda didaur ulang untuk membangun jaringan Anda untuk mempertahankan sidik jari kimia aslinya. Tulang Anda tumbuh seperti pohon yang meninggalkan garis kehidupan setiap tahunnya.

Kerangka Anda bertindak seperti sebuah jurnal yang mencatat beberapa peristiwa besar yang Anda alami, seperti kelahiran, kelaparan, atau cedera. Para ilmuwan dapat mengungkap kalender ini dengan memotong tulang dan gigi menjadi irisan kertas yang sangat tipis sehingga cahaya dapat menembusnya.