Temuan Langka Ikan Laut Dalam yang Memangsa Hiu Hidup-Hidup

Liputan6.com, California - Sebuah video yang diunggah oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) menunjukkan gerombolan hiu laut dalam yang sedang berpesta menikmati santapan mereka, yaitu ikan todak (Xiphias gladius). Ukuran tubuh mangsa bahkan lebih besar dan panjang dibanding predator-predator laut tersebut.

NOAA menyebut, ini adalah pemandangan yang sangat jarang ditemukan di kedalaman sekitar 450 meter, dekat kenaikan di dasar laut 130 kilometer di lepas pantai Carolina Selatan, Amerika Serikat.

Ketika sedang mencari-cari bangkai kapal tanker minyak SS Bloody Marsh, sebuah kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh oleh NOAA kebetulan menemukan sisa-sisa ikan yang memiliki moncong berbentuk pedang tersebut, yang panjangnya kira-kira 2,5 meter.

"Penyebab kematian ikan jumbo ini tidak jelas, mungkin karena usia, penyakit, atau serangan binatang lainnya," kata ilmuwan kelautan Peter J. Auster dari University of Connecticut, mengutip Science Alert, Minggu (17/11/2019).

"Tidak ada kail atau jejak pancing yang membuktikan ikan-ikan ini adalah tangkapan yang mungkin terlepas. Namun, koyakan pada tubuhnya mengacu pada gigitan hiu-hiu itu," imbuhnya.

Gerombolan hiu yang dimaksud adalah dua spesies yang bergerak lambat di air, yang baru-baru ini ditemukan, yaitu dogfish atau biasa disebut hiu tidur.

Dua ekor yang lebih besar kemungkinan adalah dogfish kulit kasar (Centroscymnus owstonii). Sedangkan hiu lain berasal dari spesies yang relatif baru ditemukan: Genie dogfish (Squalus clarkae).

Diyakini, 'rombongan' hiu ini sedang melakukan perjalanan dari jarak jauh dan kelaparan. Dalam rekaman itu tampak kawanan hiu rakus mencabik-cabik bangkai ikan todak yang sudah tinggal tulang.

Seekor Ikan Monster Datang...

Ilustrasi hiu tutul. (AP)

Namun, dari balik kendaraan NOAA, tiba-tiba muncul seekor ikan laut dalam lainnya. Bentuknya mirip monster dan dia tertangkap kamera sudah menelan bulat-bulat satu dari gerombolan hiu tadi.

Itu adalah Atlantik wreckfish (Polyprion americanus) yang kemungkinan juga sedang mengembara jauh dan kelaparan. Ikan besar ini pun disebut sebagai stone bass atau bass gropers.

Panjangnya dapat melebihi 2 meter dan biasanya 'nongkrong' di sekitar gua air dalam dan bangkai kapal.

"Peristiwa yang langka dan mengejutkan ini membuat kita memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, kami akan mempelajarinya lebih lanjut untuk eksplorasi ilmiah," pungkas Auster.

Saksikan videonya di bawah ini:

Simak video pilihan berikut: