Temuan Spektakuler di Madagaskar: Reptil Terkecil di Dunia

Mohammad Arief Hidayat, BBC Indonesia
·Bacaan 1 menit
Panjang Brookesia hanya 13,55 mm.
Panjang Brookesia hanya 13,55 milimeter.

Para ilmuwan mengatakan mereka meyakini telah menemukan reptil terkecil di dunia, subspesies bunglon yang ukurannya sekecil jari kuku.

Dua kadal ditemukan oleh tim ekspedisi Jerman-Madagaskar di Madagaskar.

Bunglon jantan atau Brookesia nana, atau bunglon nano, memiliki panjang tubuh hanya 13,5 milimeter.

Dengan tubuh sekecil itu, bunglon ini adalah yang paling kecil dari sekitar 11.500 spesies reptil, menurut badan zoologi, Bavarian State collection of Zoology di Munich, Jerman.

Panjang tubuh keseluruhan dari kepala sampai buntut hanya 22 milimeter.

Bunglon betina jauh lebih besar sekitar 29 milimeter, kata insitut itu dan menambahkan spesimen lain belum ditemukan walaupun mereka sudah "melakukan upaya besar".

"Bunglon spesies baru ini hanya ditemukan di hutan di utara Madagaskar dan kemungkinan terancam punah," menurut laporan jurnal Scientific Reports.

Oliver Hawlitschek, ilmuwan di Center of Natural History di Hamburg, mengatakan, "Habitat bunglon nano ini sayangnya terganggu deforestasi, namun wilayah itu baru-baru ini dilindungi, agar spesies itu dapat bertahan."

Para peneliti menemukan bahwa bunglon ini makan tungau di tanah hutan dan bersembunyi dari predator di rerumputan.

Dalam tulisan di blog, Dr Mark Scherz, salah seorang peneliti yang terlibat dalam penemuan itu menyebut "temuan mini yang spektakuler".

Ia mengatakan hutan tempat Brookesia ditemukan masih terkait dengan hutan lain di utara Madagaskar.

"Jadi bunglon baru yang kecil ini biasanya - seperti halnya spesies-spesies kecil lain - ditemukan di pulau-pulau kecil. Itu berarti ada hal yang menyebabkan bunglon ini menjadi kecil," tambahnya.

Dalam laporannya, para ilmuwan merekomendasikan bahwa bunglon ini didaftarkan sebagai spesies yang terancam di badan konservasi International Union for Conservation of Nature`s (IUCN) Red List of Threatened Species, agar habitatnya dapat dilindungi.

Video di bawah ini juga menarik untuk disimak.