Temui Cholil Nafis, Komisaris Pelni Dede Budhyarto Minta Maaf

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komisaris Independen PT Pelni, Kristia 'Dede' Budhyarto menemui Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhamamad Cholil Nafis. Tujuan Dede untuk tabayun sekaligus minta maaf kepada ustaz Cholil.

Peristiwa pertemuan itu dibenarkan ustaz Cholil saat dikonfirmasi VIVA. Pertemuan itu berlangsung di Pesantren Cendekia Amanah, Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Minggu, 11 April 2021.

Ustaz Cholil mengirimkan video berdurasi 2 menit 14 detik terkait silaturahim tersebut melalui pesan WhatsApp. Dalam video itu, dia mempersilakan Dede untuk menyampaikan klarifikasinya terkait tweet flyer kajian ceramah Ramadhan di PT Pelni yang mengundang sejumlah ustaz termasuk Cholil Nafis.

"Alhamdulillah bertemu dengan Ustaz Cholil Nafis yang kemarin sempat ramai di sosial media yang saya tweet. Intinya saya tabayun, minta maaf sama Kiai Cholil. Dan tidak dibatalkan. Yang dibatalkan itu hanya di dalam flyer," ujar Dede yang dikutip VIVA pada Senin, 12 April 2021.

Dia menjelaskan khusus untuk Ustaz Cholil bukan dibatalkan. Ia mengatakan akan mengajak Cholil untuk mengisi kajian di Pelni.

"Sekaligus saya minta beliau juga sebagai Ketua bidang dakwah MUI untuk ceramah kajian-kajian di PT Pelni. Nanti akan minta bantuan kepada beliau," lanjut Dede.

Baca Juga: PT Pelni Copot Pejabat karena Pengajian, Akun Dede Budhyarto Diserang

Menurut dia, kajian ceramah di Pelni akan terus jalan dan tidak dilarang atau dihentikan.

"Saya rasa itu saja sekaligus meluruskan dakwah di PT Pelni, kajian di PT Pelni tidak dihentikan. Tetap jalan, Insha Allah. Begitu juga akan berkoordinasi dengan Kiai Cholil," jelas Dede.

Pun, ustaz Cholil menekankan dari keterangan Dede bahwa nanti Pelni tetap ada dakwah kajian yang akan berkoordinasi dengan MUI. Selain itu, menggandeng MUI juga menyangkut pembinaan mental atau bintal di Pelni.

"Insha Allah dan kita berkoordinasi bagaimana kerohanian dan bintal di PT Pelni," sebut Cholil.

Sebelumnya, beredar di media sosial tentang flyer kajian Ramadhan 1422 H yang digelar PT Pelni secara virtual melalui zoom meeting. Tema kajian online itu Ramadhan ‘Memperkuat dan Memperteguhkan’.

Dalam flyer itu, Pelni menundang sejumlah penceramah untuk menyampaikan materi seperti Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Syafiq Riza Basalamah, hingga Ustaz Cholil Nafis.

Terkait itu, Dede juga menge-tweet bahwa kajian Ramadhan itu dibatalkan karena tak memiliki izin dari direksi. Dalam beberapa cuitannya, Dede juga sempat mengaitkan dengan isu radikalisme.

Kemudian, Dede juga memberitahu pejabat Pelni yang inisiasi bikin kajian Ramadhan itu dicopot dari posisinya. Bagi dia, pencopotan ini sebagai warning sekaligus pelajaran kepada seluruh BUMN terhadap pegawai yang diduga terlibat radikalisme. Cuitan ini yang jadi viral.

Menyangkut tabayun dan permintaan maaf ke Ustaz Cholil, Dede juga mengunggahnya beserta video di akun Twitternya, @kangdede78.