Temui GP Ansor, Ini Jawaban Mike Pompeo soal Konflik di Palestina

Dusep Malik, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat atau Menlu AS, Mike Pompeo sempat dapat pertanyaan soal bagaimana konflik di Palestina saat menemui Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU).

Pertanyaan ditanyakan oleh salah satu tamu yang hadir. Menjawab pertanyaan itu, Pompeo mengatakan terus mencari cara membuka jalan agar warga Palestina mendapatkan yang seharusnya. Kata dia, perdamaian di sana terus dibicarakan.

"Kami percaya kondisi sekarang dialami warga Palestina untuk mendapat perdamaian terus kami bicarakan dan terus kami sampaikan dalam solusi dua negara atau two state solution, tentang keuntungan ekonomi, dan juga membantu mereka yang berada di tepi barat," kata dia di Jakarta, Kamis 29 Oktober 2020.

Kemudian, ada juga pertanyaan soal bagaimana langkah negeri paman Sam menangani kekerasan yang terjadi di Timur Tengah. Pompeo mengatakan dalam kedatangannya ke Tanah Air hari ini, dia berbicara tentang demokrasi Indonesia-Amerika, untuk mempertahankan hak-hak sipil warga negaranya, dan di timur tengah juga demikian.

"Mereka juga memulai langkah demokrasi namun mereka belum dapat mengakomodir negaranya untuk mendapatkan rasa saling hormat menghormati sesama manusia seperti yang seharusnya didapat umat manusia lainnya," kata dia.

Untuk itu, dia mengaku akan mencoba membangun hubungan diplomatik dengan situasi di timur tengah. Kata dia, walaupun negara di Timur Tengah punya latar belakang berbeda dengan AS dan Indonesia, dia yakin akan punya pemahaman yang sama kedepannya.

"Kita membuat progres untuk sebuah model perdamaian di Timur Tengah, dan saya sangat senang bahwa hari ini pembicaraan saya dengan Indonesia sama dan sepakat akan hal itu. Jadi walau pun negara di timur tengah memiliki latar belakang budaya dan tradisi yang beda dengan AS atau pun Indonesia, saya percaya bahwa mereka akan memiliki pemahaman yang sama kedepannya," kata dia.