Temui Kiai As'ad Ali, Abu Janda Jelaskan Cuitan Islam Arogan

Bayu Nugraha, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Permadi Arya alias Abu Janda melakukan silaturahmi ke Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015, Kiai As'ad Ali untuk sungkem dan tabayyun perihal kasus Islam arogan yang pernah ia ditulis di laman media sosial Twitter-nya.

Abu Janda diantar langsung oleh Ketua Umum Barisan Kesatria NU Kiai Muhammad Rofi'i Mukhlis dalam pertemuan tersebut.

Dia menuturkan, bahwa cuitan itu ditujukan untuk Ustaz Tengku Zul, bukan ditujukan untuk semua orang, dan yang dimaksud adalah Islam Wahabi yang datang belakangan dari Arab.

"Makanya saya tulis Islam pendatang dari Arab, bukan menggeneralisasi seluruh Islam," kata Abu Janda dalam keterangan kepada VIVA di Jakarta, Sabtu, 13 Februari 2021.

Saat ia memohon maaf, kata dia, Kiai As'ad mengatakan tidak perlu minta maaf, "Kiai As'ad menyatakan tidak ada masalah dengan Abu Janda, karena Abu Janda tidak salah. Kiai As'ad juga mengetahui Abu Janda adalah seorang nasionalis," katanya.

Sebelumnya, Kiai As'ad sempat memberikan pernyataan dan meminta kepada PBNU agar bersikap tegas terhadap Abu Janda, karena dia memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi dan jika dibiarkan akan merusak keutuhan NU itu sendiri.

Untuk diketahui, Abu Janda merespon cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain di akun media sosial Twitter @ustadztengkuzul. Cuitan itu membuat Abu Janda terpancing untuk melontarkan kalimat yang diduga menghina umat Islam.

Awalnya Tengku Zulkarnain membahas soal kondisi minoritas dan mayoritas di Afrika Selatan di masa politik Apartheid. "Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit @ustadztengkuzul.

Cuitan Tengku Zul membuat Abu Janda terpancing untuk merespons. Akhirnya Abu Janda mengomentari cuitan tersebut dengan sebutan Islam sebagai agama pendatang. "Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," kata Abu Janda lewat akun Twitter @permadiaktivis1.

Atas cuitan tersebut, Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim sebagaimana tercatat dalam laporan polisi Nomor: LP/B/0056/1/2021/BARESKRIM tanggal 29 Januari 2021, dengan pelapor DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 28 ayat (2), Penistaan Agama UU Nomo1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156 A.

Sementara Abu Janda sudah diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim sebagai saksi untuk pelaporan kasus dugaan ujaran mengandung SARA yang menyebut Islam agama pendatang pada Senin, 1 Februari 2021.

Baca juga: Soal Islam Arogan, Abu Janda Minta Maaf ke Kiai Muhammadiyah