Temui Menpora, PSSI KLB Ancol Lepas Pemain ISL?

 

INILAH.COM, Jakarta - Dua perwakilan PSSI KLB Ancol menemui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjelaskan soal sikap mereka dalam konflik pemain untuk Timnas Indonesia.

Sebelumnya, kubu yang diketuai La Nyalla Mattalitti ini menolak himbauan Menpora untuk melepas pemain Liga Super Indonesia (ISL), yang bernaung di bawahnya, bergabung dengan Timnas Indonesia di bawah kendali PSSI yang diketuai Djohar Arifin Husin. Selasa siang (13/11/12), Djoko Driono dan Hinca Panjaitan menemui Menpora.

Kubu La Nyalla, menegaskan hanya akan melepas pemainnya jika Timnas sudah berada di bawah kendali Joint Committee (JC) PSSI, badan yang dibentuk oleh kedua pihak berseteru atas prakarsa FIFA dan AFC.

Sebelumnya, PSSI KLB Ancol juga membentuk Timnas dengan pelatih Alfred Riedl. Kebijakan ini diambil setelah kubu Djohar terus menerus menolak menyerahkan pengelolaan Timnas kepada JC.

“Pertemuan ini penting, bagi kami dan Menpora, agar kita sama-sama memahami persoalan dan kondisi terkini mengapa PSSI KLB menolak himbauan Menpora,” ujar Djoko kepada wartawan.

“Pak Menteri meminta kembali bahwa Timnas Indonesia harus sesuai dengan kesepakatan MoU, yakni Timnas harus dibawah kendali JC, Menpora sudah meminta hal itu kepada para pihak untuk menyelesaikan masalah ini dalam kerangka MoU,” salah satu anggota JC itu menambahkan.

Awalnya, kedua pihak sepakat untuk menggabungkan kedua tim yang telah dibentuk. Riedl dan pelatih Timnas versi Djohar, Nil Maizar, disepakati untuk mengisi posisi pelatih dan direktur teknik.

Perbedaan kembali terjadi seputar siapa yang akan menjabat sebagai pelatih. Keduanya kemudian kembali bersepakat untuk mempertemukan keduanya sebelum mengambil keputusan. Namun belum sempat dilakukan, kubu Djohar menghentikan langkah diplomasi dan berjalan sendiri.

Hinca, yang juga anggota JC, mengatakan bahwa JC akan kembali menggelar rapat untuk membahas persiapan Timnas. Hinca berharap kali ini kubu Djohar mau bekerja sama agar Indonesia bisa menurunkan yang terbaik di Piala AFF 2012, 24 November mendatang.

“Dengan waktu yang sangat singkat ini, JC harus cepat melakukan pertemuan dengan kondisi apapun. Karena untuk kepentingan bangsa dan negara ini, Timnas harus Timnas yang terbaik,” katanya.

“Yang membuat kami mau melepas pemain ISL itu karena pemikiran dan konsep yang berada di kami ternyata satu pikiran dengan Menpora. Menpora juga paham betul fungsi JC pasca-MoU ditandatangani. Jadi JC harus segera kumpul demi Timnas," ia menambahkan.

“Selain itu, Menpora juga sepakat Nil Maizar dan Alfred Riedl bisa melakukan mediasi dan pertemuan untuk membicarakan komposisi pemain. Semoga pihak-pihak bisa mematuhi isi MoU dan himbauan Menpora agar Timnas dibawah kendali JC,” ujar Hinca.

Ia menambahkan bahwa kubu La Nyalla sudah menyiapkan instruksi kepada klub-klub ISL untuk melepas pemainnya. “Namun teknis masuknya pemain ISL baru dilakukan setelah JC melakukan pertemuan sesegera mungkin,” katanya.

La Nyalla menolak anggapan bahwa dirinya tidak memiliki jiwa nasionalis dengan tidak memberikan pemain yang dibutuhkan untuk keperluan Timnas Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menjalankan peraturan untuk kebaikan semua pihak.

“Jika memang Timnas dipersiapkan dengan di bawah kendali JC, maka tidak ada masalah bagi kami (melepas pemain). Yang selama ini terjadi. Djohar cs asyik sendiri melakukan persiapan. Selama sesuai dengan kesepakatan MoU, maka kami akan izinkan pemain ISL untuk bergabung dengan Timnas demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar La Nyalla.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.