Temui Rais Aam PBNU, Ahmad Muzani Bahas Toleransi hingga Vaksinasi

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menemui Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H Miftahul Akhyar di kediamannya untuk keperluan silaturahmi di awal bulan Ramadhan. Ada beberapa pembicaraan dalam pertemuan tersebut.

Salah satu yang disinggung Muzani terkait pentingnya toleransi antar umat beragama. Ia mengatakan demikian karena Indonesia memiliki keragaman agama dan kepercayaan yang variatif.

Muzani berharap umat Islam di Tanah Air dapat menjalani ibadah puasa dengan lancar, aman, dan damai selama Ramadhan.

"Hal yang paling mahal dalam berbangsa dan bernegara adalah persatuan. Toleransi tidak dianggap sebagai barang mahal jika kita ke masjid tenang dan ke gereja tenang. Jadi, itu yang harus dijaga," ujar Muzani, dalam keterangan resminya yang dikutip pada Rabu, 14 April 2021.

Pun, ia juga membahas mengenai vaksinasi bagi calon jemaah haji Indonesia. Menurutnya, negara Arab Saudi saat ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Protokol ini salah satunya mewajibkan jemaah seluruh dunia yang hendak melaksanakan haji harus sudah divaksin terlebih dahulu di negara asalnya.

"Negara Arab saat ini menerapkan protokol yang ketat terkait haji. Salah satunya hanya menerima calon jemaah haji yang sudah divaksinasi. Oleh karenanya pemerintah Indonesia harus memperhatikan hal itu," jelas Muzani.

Kemudian, ia menyampaikan ajakan ke PBNU agar bisa bersinergi dengan Gerindra dalam rangka penanggulangan bencana alam. Menurutnya, sinergi penting mengingat rentetan bencana yang terjadi di NTT, NTB, dan terbaru di Malang, Jawa Timur.

"Kami berharap Partai Gerindra dan PBNU bisa bersama sama melakukan sinergitas dalam rangka memberikan bantuan kepada korban-korban bencana alam yang melanda wilayah NTT, NTB, dan Malang," jelas Muzani.

Muzani bilang persatuan dan kesatuan adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia seperti amanat pendiri bangsa. Dengan demikian, bisa menekan ancaman paham radikal seperti terorisme.

Ia juga mengajak PBNU serta ormas-ormas Islam lainnya untuk bersama-sama melawan aksi radikal. Kebersamaan yang kuat menjadi bekal utama untuk umat Islam dan bangsa Indonesia bersatu menentang aksi terorisme.

"Jika kita kuat bersatu, kita tidak mudah dipecah belah dengan aksi-aksi radikal seperti terorisme," jelas Muzani.

Sementara, Rais Aam PBNU, Miftahul Akhyar mengatakan dengan kedatangan Muzani bermanfaat setidaknya bicarakan solusi untuk persoalan negara Indonesia.

"Mudah-mudahan silaturahim ini akan menghasilkan hal-hal yang baik dan seterusnya," ujar Kiai Akhyar yang juga Ketua MUI tersebut.