Temukan Obat COVID-19 dengan Superkomputer Terkuat Dunia

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Belum satu bulan mendapat gelar sebagai komputer paling cepat dan kuat di dunia oleh Top500 pada akhir Juni kemarin, kini Superkomputer Fugaku diklaim telah mengidentifikasi 30 jenis obat yang berpotensi menyembuhkan pasien COVID-19.

Hal ini diumumkan oleh Guru Besar Universitas Kyoto, Yasushi Okuno, seperti dikutip dari situs Japan Times, Senin, 6 Juli 2020. Ia dan tim peneliti melakukan simulasi dengan menggunakan Fugaku untuk mengidentifikasi sekitar 2.128 obat yang ada untuk pasien Virus Corona, termasuk obat anti kanker dan obat flu biasa, yang mengikat protein pada COVID-19.

"Kami juga meneliti bagaimana obat bekerja di dalam tubuh pada tingkat molekuler," ungkap Okuno. Dalam pengamatan ia dan tim peneliti lainnya, semakin lama obat terkunci di ruang protein, maka semakin kuat ikatan. Dengan demikian semakin besar kemungkinan obat tersebut efektif untuk pasien COVID-19.

"Kami memberi peringkat obat berdasarkan berapa lama obat terhubung dengan protein," tuturnya. Ia menambahkan jika Superkomputer Fugaku membutuhkan 10 hari untuk menjalankan perhitungan terhadap 2.128 obat, atau lebih cepat dari pendahulunya, Superkomputer K, yang membutuhkan waktu satu tahun.

Pada tahap awal, Fugaku telah menjalankan simulasi bagaimana droplet atau tetesan cairan tubuh menyebar di dalam ruang kantor yang dipasangi partisi penghalang atau di dalam kereta yang penuh sesak dengan jendela dibuka. Fugaku dikembangkan oleh pusat riset ilmiah Riken dan Fujitsu di Kobe, Jepang.

Penyematan Fugaku sebagai superkomputer tercepat di dunia seakan mengembalikan pamor Jepang sebagai produsen komputer paling canggih. Negeri Matahari Terbit terakhir kali memiliki superkomputer pada 2011. Selain itu, Fugaku juga berhasil menggeser dominasi Amerika Serikat (AS) dan China dalam pembuatan superkomputer.

Fugaku memiliki kecepatan 415,6 petaflops atau sekitar 2,8 kali lipat lebih cepat dari Summit, superkomputer milik AS, yang kecepatannya 148,6 petaflops, yakni performa kalkulasi perdetik dengan 15 nol di belakang digitnya. Fugaku diperkirakan akan beroperasi penuh pada April 2021 setelah proses pengembangan selama enam tahun.