Tenaga Kesehatan Meninggal karena COVID-19, RSUD Jombang Tetap Buka

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pelayanan di RSUD Jombang tetap buka setelah salah satu tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Jombang tutup usia karena COVID-19 pada Minggu, 1 November 2020.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran membenarkan hal itu. Ia menuturkan, pihaknya sudah menerapkan sistem pelayanan yang ditata sesuai dengan penanganan COVID-19.

"Kita sudah mempunyai sistem pelayanan penanganan Covid-19. Maka tidak perlu penutupan pelayanan," tutur dia seperti dikutip dari Times Indonesia, ditulis Selasa (3/11/2020).

Mudji mengatakan, Ketika IGD, pihaknya lakukan general cleaning. “Memang IGD kita tutup sementara dan kita pindahkan ke kamar operasi belakang,” ujar dia.

Tenaga kesehatan Kasiyanto (31) tutup usia karena terinfeksi COVID-19 sejak 22 Oktober 2020. Ia sempat menjalani perawatan selama 10 hari.

Sementara itu, meninggalnya Kasiyanto menambah panjang jumlah tenaga kesehatan di Jombang yang rentan terkena COVID-19. Berdasarkan data RSUD Jombang, selama pandemi berlangsung sudah ada 15 orang tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif. 14 sudah dinyatakan sembuh dan satu nakes dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu dari data Dinkes Jombang per tanggal 2 November 2020 jumlah warga Jombang yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, kini mencapai angka 1.193 orang. Dengan rincian pasien sembuh 997 orang, yang masih menjalani perawatan sebanyak 88 orang dan yang meninggal 108.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Seorang Tenaga Kesehatan di RSUD Jombang Tutup Usia karena COVID-19

Ilustrasi virus Corona | unsplash.com/@adamsky1973
Ilustrasi virus Corona | unsplash.com/@adamsky1973

Sebelumnya, tenaga kesehatan Kasiyanto (31) tutup usia karena terinfeksi COVID-19 sejak 22 Oktober 2020. Ia sempat menjalani perawatan selama 10 hari.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, membenarkan bahwa salah satu nakes di rumah sakit plat merah itu meninggal dunia, lantaran terpapar COVID-19. Pudji, menyebut bahwa nakes ini sebelumnya bekerja di ruang operasi IGD RSUD Jombang.

Pudji mengatakan, almarhum sebelumnya mengalami gejala panas pada 22 Oktober 2020. Saat itu, nakes tersebut sempat menjalani perawatan di RSUD Jombang.

“Mulai 22 Oktober setelah timbul gejala kami rawat di ruang abu-abu ruang observasi, hasilnya non reaktif tapi muncul nilai,” kata Pudji pada sejumlah jurnalis, saat ditemui di kantornya, Senin, 2 November 2020.

Setelah dilakukan observasi secara berulang-ulang, hingga 3 kali muncul penambahan angka. Sehingga pihak rumah sakit curiga bahwa yang bersangkutan terpapar COVID-19.

"Kemudian kami ambil swabnya dan hasilnya positif. Sehingga kami pindahkan ke ruang isolasi khusus,” ungkapnya.

Saat dipindahkan di ruang isolasi khusus, Pudji menyebut paru-paru nakes tersebut di awal kondisinya masih bagus. Namun, dalam perjalanan, paru-parunya semakin memburuk.

“Hasil foto rongent menunjukkan serial rongent radiologinya menunjukkan kerusakan paru yang cukup berat. Akhirnya kemarin pagi, almarhum meninggal dunia,” jelasnya.

Dari hasil tracing almarhum, Pudji megatakan, sejak awal nakes tersebut diketahui mengeluhkan gejala panas tubuh. Pihak RSUD selanjutnya melakukan pemeriksaan pada sejumlah karyawan lainnya yang bekerja satu ruangan dengan nakes tersebut.

"Setelah itu, kami lakukan pemeriksaan kepada semua orang yang bekerja bersama dalam ruangan tersebut. Untuk memastikan apakah sumbernya dari rumah sakit. Alhamdulillah, hasilnya non reaktif semuanya. Bahkan semua orang yang dekat dan sering kontak dengannya kita lakukan swab, dan hasilnya negatif semua," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, sumber penularan bukan dari dalam rumah sakit, khususnya ruang IGD. Tetapi dari luar rumah sakit. Dari hasil penelusuran ternyata yang bersangkutan mempunyai usaha toko kelontong di rumahnya.

"Ternyata petugas nakes tersebut mempunyai kesibukan lain yaitu peracangan di rumahnya. Ia setiap hari kulakan di pasar. Kemungkinan ia terpapar di pasar. Namun, pasar yang mana belum diketahui," ujar dia.

Pudji mengimbau, kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19. "Kepada masyarakat harap waspada dan selalu disiplin mematuhi prokes dengan menjalankan 3M dimanapun berada," ujar dia.

Simak berita menarik lainnya dari Times Indonesia di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini