Tendang Wasit, Anak Jacksen F. Tiago Dilarang Bermain 1 Tahun Plus Denda Rp50 Juta

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan sanksi untuk pelanggaran yang terjadi di sepak bola Indonesia. Satu yang menarik adalah sanksi berat yang diterima Hugo Samir, pemain Bhayangkara FC U-18 yang juga putra dari pelatih Jacksen F. Tiago.

Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain selama 12 bulan dan denda sebesar Rp5 juta kepada Hugo Samir. Sanksi itu diberikan karena Hugo Samir menendang wasit/perangkat pertandingan pada laga Elite Pro Academy Liga 1 U18.

Ketika itu, Hugo Samir membela Bhayangkara FC U-18 dalam laga melawan Persebaya Surabaya U-18 (28/10/2021). Hugo Samir menendang perangkat pertandingan karena tak puas akan keputusan wasit.

Sanksi dan perilaku Hugo Samir tentu sangat disayangkan karena merupakan pemain muda. Namun, sanksi tegas ini diberikan Komdis PSSI agar bisa menimbulkan efek jera dan sebagai pengingat kepada para pemain yang berkarier di Indonesia.

Saya sering katakan, kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Paling tidak, kita harus melakukan perubahan sikap, mental, dan punya integritas serta sportivitas. Selain bermain sepak bola yang cantik, juga enak dilihat," kata Erwin Tobing.

"Akan tetapi, kalau main bola sambil memukul, itu sudah tidak indah. Makanya kami akan menjatuhkan hukuman paling berat, siapapun yang memukul perangkat pertandingan akan kami tindak tegas. Ada ancamannya," tegas Erwin Tobing.

Nasib Serupa

Hugo Samir, putra pertama pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Hugo Samir, putra pertama pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Tak hanya Hugo Samir, nasib serupa juga dialami rekan setimnya di Bhayangkara FC U-18, Dzakwan Husam Sulaiman. Sang pemain juga mendapatkan sanksi yang sama dengan Hugo Samir akan jenis pelanggaran yang serupa.

Dzakwan Husam Sulaiman mendapatkan sanksi larangan bermain dan memasuki lapangan selama 12 bulan plus denda Rp5 juta. Selain itu, kitman Bhayangkara FC, Muji, juga mendapatkan sanksi serupa karena perilakunya dalam laga melawan Persebaya Surabaya U-18.

Muji didakwa melakukan pemulukan terhadap perangkat pertandingan. Muji arangan bermain dan memasuki lapangan selama 12 bulan plus denda Rp5 juta.

Adapun tiga pemain Bhayangkara FC U-18 lainnya yakni Dodi Irawan, Garda Noreisca Antasena Arra'd, dan Moch. Chois Attoillah mendapatkan sanksi yang lebih ringan. Ketiganya mendapatkan sanksi larangan bermain 1 pertandingan dan denda Rp5 juta akibat melakukan intimidasi atau ancaman terhadap perangkat pertandingan.

Sanksi Terberat

Pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre melepaskan tendangan saat melawan Arema FC pada laga BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)
Pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre melepaskan tendangan saat melawan Arema FC pada laga BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Adapun sanksi terberat yang dijatuhkan Komdis PSSI pada keputusan tersebut diterima Todd Rivaldo Ferre. Gelandang Persipura Jayapura itu mendapatkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan dan denda Rp50 juta.

Sanksi itu diberikan kepada Todd Rivaldo Ferre terkait jenis pelanggaran yang dilakukan dalam duel Persipura Jayapura melawan Bali United (5/11/2021). Todd disebut melakukan tingkah laku buruk terhadap perangkat pertandingan dan melakukan protes berlebihan dengan berkata tidak pantas disertai pemukulan terhadap perangkat pertandingan.

Sanksi yang diterima Todd tentu menjadi kabar buruk buat Persipura. Apalagi klub berjulukan Mutiara Hitam itu sedang berupa bangkit dari keterpurukan di BRI Liga 1 2021/2022.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel