Tenggak Miras, Pria di Tangerang Tikam Warga hingga Tewas

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemuda di Kampung Muara, Desa Muara, Kabupaten Tangerang, Banten menjadi korban dugaan pembunuhan. Korban tewas setelah ditikam menggunakan senjata tajam.

Kasus yang terjadi di penghujung tahun itu diduga karena adanya masalah sepele. Saat itu korban bernama Riyadi tengah melajukan kendaraannya pada malam sebelum pergantian tahun, 31 Desember 2021.

Selanjutnya, dari arah yang sama, Rojali bersama kedua temannya dalam kondisi mabuk sehabis menenggak minuman keras.

Kanit Reskrim Polsek Teluknaga Ipda Adityo Wijanarko mengatakan, saat itu korban berbelok tidak menggunakan lampu sen.

"Masalahnya sepele, mereka naik motor terus korban mau belok ke kanan tidak pakai lampu sen," ungkap Adityo, Sabtu (1/1/2022).

Hal tersebut, lanjut dia, malah menyulut emosi Rojali yang saat itu masih berbarengan dengan dua temannya.

"Ditegurlah oleh pelaku, tapi korban juga tidak senang. Sempat terjadi cekcok," ucap Adityo.

Kemudian, korban melaporkan kejadian perselisihan itu kepada ketua RW setempat, sementara itu pelaku pulang dan mengambil sebuah sajam.

"Tiba-tiba saja pelaku menghampiri korban dan membacoknya di hadapan ketua RW. Pelaku kondisinya sedang mabuk bersama dua orang temannya. Mabuk dari siang, mau tahun baruan," kata Adityo.

Serahkan Diri

Ilustrasi Pembunuhan dengan Senjata Tajam (iStockphoto)
Ilustrasi Pembunuhan dengan Senjata Tajam (iStockphoto)

Selanjutnya, menurut Adityo, setelah menghabisi korban pelaku kemudian menyerahkan diri ke Mapolsek Teluknaga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dia sendiri, temannya tidak ikut dalam pembacokan ini. Akan tetapi tetap masih akan kita dalami," jelas Adityo.

Fenomena Bunuh Diri di Gunungkidul

Infografis mengenai kenali faktor-faktor risiko bunuh diri
Infografis mengenai kenali faktor-faktor risiko bunuh diri
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel