Tengkorak 1.700 Tahun Lalu Jadi Bukti Perang Senjata Kimia Pertama dalam Sejarah

Merdeka.com - Merdeka.com - Arkeolog Prancis, Robert du Mesnil du Buisson, melakukan sebuah penggalian di wilayah Dura-Europos pada 1933. Dura-Europos berada di dekat Kota Al-Salihiyah, sebelah timur Suriah.

Dura-Europos merupakan tempat di mana bangsa Persia kuno mengepung musuh bebuyutan mereka yaitu bangsa Romawi.

Selama penggalian, Robert menemukan beberapa terowongan yang dibuat untuk mengepung lawan. Selain itu, ditemukan juga setumpuk kerangka di salah satu terowongan yang diyakni milik 19 tentara Romawi.

Semua tentara itu tewas saat hendak melarikan diri dari sesuatu. Satu tentara Persia juga ditemukan sedang mencengkeram baju besinya dalam keadaan panik.

Namun, di tempat itu Buisson juga menemukan keanehan lain yakni adanya bekas belerang dan aspal di sepanjang dinding terowongan. Hal ini membuat dia bertanya-tanya soal fakta apa yang membuat satu tentara Persia meninggal ketakutan, 19 tentara Romawi tewas lantaran berusaha menghindari sesuatu, dan bekas belerang yang tersisa di dinding.

Kemudian arkeolog asal Inggris Simon James melakukan penelitian setelah penggalian Robert. Simon menduga kematian para karena perang dengan senjata kimia paling pertama yang pernah dilakukan.

Menurut James, sulit untuk terlibat pertempuran secara langsung di dalam terowongan tersebut, yang tidak muat untuk menampung satu laki-laki dewasa berdiri tegak.

Di sisi lain, posisi mayat pada sketsa du Mesnil tidak cocok dengan skenario di mana orang Romawi ditabrak atau dibakar sampai mati.

"Ini bukan tumpukan orang yang dijejalkan ke dalam ruang kecil dan ambruk di tempat mereka berdiri," kata James kepada LiveScience.

"Ini adalah tumpukan mayat yang disengaja."

Dalam analisis baru yang diterbitkan Januari 2022 di American Journal of Archaeology menemukan para tentara itu mungkin tidak tewas karena pedang, tapi mereka terkena gas mematikan.

Sejarawan Universitas Stanford, Adrienne Mayor mengatakan, perang kimia merupakan hal yang mapan pada saat Persia mengepung Dura.

"Ada banyak perang kimia (di dunia kuno)," jelas penulis buku "Greek Fire, Poison Arrows & Scorpion Bombs: Biological and Chemical Warfare in the Ancient World" ini.

"Hanya sedikit orang yang menyadari berapa banyak yang didokumentasikan dalam sejarawan kuno tentang ini."

Salah satu contoh perang kimia paling awal adalah pertempuran pada tahun 189 SM ketika bangsa Yunani membakar bulu ayam dan meniupkan asap ke dalam terowongan pengepungan penjajah Romawi. Karena itu, kata Mayor, gagasan bahwa orang Persia belajar bagaimana membuat asap beracun itu masuk akal. [pan]