Tentang Film G30S/PKI Karya Arifin Chairin Noer

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Film G30S/PKI menjadi pilihan yang tidak dilewatkan masyarakat Indonesia. Film ini karya Arifin C Noer.

Tiap 30 September film G30S/PKI ini wajib tayang pada era order baru. Peristiwa berdarah, yakni penculikan dan pembunuhan para jenderal Angkatan Darat itu terjadi.

Dibintangi oleh Ade Irawan, Amoroso Katamsi, Umar Kayam, serta Sofia WD. Film tersebut juga disponsori oleh pemerintah Soeharto saat itu.

Sang sutradara sukses menarik perhatian masyarakat dengan para pemain menunjukkan ketegasan, kesedihan, kemarahan, dan kesadisan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Film G30S/PKI

Sutradara film Pengkhianatan G30S/PKI, Arifin C. Noer. (Foto: Instagram @naziracnoer)
Sutradara film Pengkhianatan G30S/PKI, Arifin C. Noer. (Foto: Instagram @naziracnoer)

Film G30S/PKI dibuat berdasarkan peristiwa kudeta yang diakui oleh pemerintah Orde Baru Soeharto, di mana kudeta gerakan 30 September didalangi oleh PKI. Peristiwa yang terjadi pada malam 30 September dan dini hari 1 Oktober 1965 di Jakarta.

Film ini disajikan selama 220 menit. Kala itu, terjadi pergolakan politik di Indonesia yang berakhir pada pergantian Sukarno ke Soeharto.

Dijelaskan secara detail oleh Arifin C. Noer, mulai dari latar tempat yang berpindah-pindah dari Istana Bogor dan rapat gelap PKI, ke rumah para jenderal yang diculik, lalu ke Lubang Buaya. Selain itu, suasana hidup dan susah di era 1960-an seperti gambaran rakyat anti beras.

Penulis : Alicia Salsabila

INFOGRAFIS: Perbandingan Tingkat Kematian COVID-19 di ASEAN

INFOGRAFIS: Perbandingan Tingkat Kematian COVID-19 di ASEAN (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: Perbandingan Tingkat Kematian COVID-19 di ASEAN (Liputan6.com / Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel