Tentang Gagal Ginjal dan Gangguan Fungsi Permanen

·Bacaan 2 menit

VIVA – Di tulisan sebelumnya, saya sudah sedikit membahas tentang betapa pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat ini juga penting, salah satunya untuk mencegah kerusakan permanen pada ginjal agar tidak berujung pada gagal ginjal.

Gagal ginjal ini juga menjadi penyakit yang terbilang menakutkan. Kondisi ini terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Disebutkan bahwa gagal ginjal adalah tahap akhir dari penyakit ginjal, sehingga muncul gangguan fungsi yang permanen.

Seperti kita sama-sama ketahui, ginjal adalah sepasang organ yang berada di bagian bawah punggung. Keduanya berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Kemudian, ginjal mengirimkan sisa limbah ke kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine.

Dalam kondisi ini, ginjal kita kehilangan kemampuan untuk menyaring zat sisa dari darah dengan baik, yang menyebabkan terjadinya penumpukan limbah dan zat kimia pada darah menjadi tidak seimbang. Seperti dilaporkan Harvard Health, ada tiga tahapan gagal ginjal yang biasa terjadi.

Cedera ginjal akut adalah kondisi di mana ginjal kita berhenti bekerja secara tiba-tiba. Kondisi ini juga disebut acute kidney injury (IKI). Namun kondisi ini terbilang bisa sembuh jika diobati dengan cepat. Dalam laporannya, sekitar 1 persen pasien penyakit ginjal akut masuk rumah sakit.

Namun, diperkirakan ada 2-5 persen pasien yang perlu menjalani rawat inap. Selain itu, penyakit ini juga sering terjadi pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, terutama perawatan intensif dan berusia lanjut. Gagal Ginjal Kronis Meski disebutkan bahwa cedera ginjal akut dapat diobati, tetapi ternyata tidak sedikit juga yang mengalami kerusakan ginjal dalam waktu lama setelah cedera ginjal akut terjadi.

SSehingga, hal ini bisa menyebabkan penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis menurunkan fungsi ginjal secara bertahan dan dapat mengarah pada gagal ginjal tahap akhir jika tidak diobati dengan tepat. Gagal Ginjal Stadium Akhir Penyakit gagal ginjal stadium akhir juga disebut end-stage renal disease (ESRD).

Ginjal pada penderita kondisi ini memiliki penurunan fungsi sebesar 10 persen kemampuan normal fungsi ginjal, yang berarti bersifat kronis dan permanen. Kondisi ini terjadi ketika fungsi ginjal menurun hingga organ tidak dapat berfungsi secara total. Banyak penyakit ginjal menyerang nefron, unit penyaringan kecil di ginjal. Hal ini menyebabkan penyaringan darah yang buruk, yang akhirnya mengarah ke gagal ginjam stadium akhir.

Seperti diketahui, penyakit ini paling sering disebabkan oleh diabetes dan hipertensi. Rupanya, penyakit yang merupakan hasil akhir dari penyakit ginjal kronis ini membutuhkan transplantasi ginjal agar pasien bisa bertahan hidup. Ada beberapa gejala yang menjadi kemungkinan terserang gagal ginjal, seperti sakit perut, sakit punggung, diare, demam, mimisan, hingga ruam kulit. Jika merasakan tanda-tanda seperti itu, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter.

Salah satu alternatif mudah berkonsultasi dengan dokter adalah melalui aplikasi Halodoc. Di Halodoc, kita bisa chat dengan dokter berpengalaman dan terverifikasi dengan beragam pilihan dokter umum dan dokter spesialis di seluruh Indonesia. Semua dokter akan memberikan layanan kesehatan yang kita butuhkan untuk memberi jalan keluar atas masalah kesehatan yang lebih berat.

SUMBER ASLI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel